Tiap Hari Listrik PLN Mati akibat Layangan

Kompas.com - 11/07/2011, 20:58 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Aliran listrik di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akhir-akhir ini sering padam karena terganggu permainan layang-layang milik warga di wilayah tersebut.

Kepala PLN Pamekasan Grahito, Senin (11/7/2011), menjelaskan, hampir setiap hari di Pamekasan selalu ada aliran listrik padam akibat mainan layang-layang yang menyangkut di kabel listrik.

"Hampir setiap hari petugas kami di lapangan selalu disibukkan memperbaiki aliran listrik padam karena permainan layangan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, kondisi semacam itu tidak hanya terjadi di daerah tertentu saja, tetapi hampir di semua wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Grahito mengaku telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang suka bermain layang-layang agar tidak terlalu dekat dengan kebel listrik sehingga tidak mengganggu sambungan aliran listrik.

Akan tetapi menurut dia, imbauan yang disampaikan pihak PLN tidak diindahkan. "Kami tidak bisa memaksakan kehendak, semisal melarang mereka bermain layang-layang. Namun paling tidak, mereka bisa memahami bahwa dampaknya dirasakan mereka sendiri ketika aliran listrik sering padam," ucap Grahito.

Menurut dia, jenis layang-layang yang paling berisiko ialah yang menggunakan lampu. Ketika jenis layang-layang tersebut turun saat tidak ada angin dan mengenai kabel listrik yang sedang menyala, hal itu bisa berpotensi terjadi ledakan.

"Soalnya di lampu layang-layang itu ada tegangan listriknya juga karena layang-layang jenis itu menggunakan baterai," katanya. "Kalau layang-layang yang tanpa lampu tidak terlalu berbahaya," tambahnya.

Di Pamekasan, kata dia, ada empat wilayah kecamatan yang rawan pemadaman listrik pada musim kemarau akibat sering terganggu mainan layang-layang. Keempat kecamatan itu adalah Pademawu, Larangan, Galis, dan Kecamatan Proppo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau