PAMEKASAN, KOMPAS.com — Aliran listrik di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akhir-akhir ini sering padam karena terganggu permainan layang-layang milik warga di wilayah tersebut.
Kepala PLN Pamekasan Grahito, Senin (11/7/2011), menjelaskan, hampir setiap hari di Pamekasan selalu ada aliran listrik padam akibat mainan layang-layang yang menyangkut di kabel listrik.
"Hampir setiap hari petugas kami di lapangan selalu disibukkan memperbaiki aliran listrik padam karena permainan layangan," katanya menjelaskan.
Menurut dia, kondisi semacam itu tidak hanya terjadi di daerah tertentu saja, tetapi hampir di semua wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.
Grahito mengaku telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang suka bermain layang-layang agar tidak terlalu dekat dengan kebel listrik sehingga tidak mengganggu sambungan aliran listrik.
Akan tetapi menurut dia, imbauan yang disampaikan pihak PLN tidak diindahkan. "Kami tidak bisa memaksakan kehendak, semisal melarang mereka bermain layang-layang. Namun paling tidak, mereka bisa memahami bahwa dampaknya dirasakan mereka sendiri ketika aliran listrik sering padam," ucap Grahito.
Menurut dia, jenis layang-layang yang paling berisiko ialah yang menggunakan lampu. Ketika jenis layang-layang tersebut turun saat tidak ada angin dan mengenai kabel listrik yang sedang menyala, hal itu bisa berpotensi terjadi ledakan.
"Soalnya di lampu layang-layang itu ada tegangan listriknya juga karena layang-layang jenis itu menggunakan baterai," katanya. "Kalau layang-layang yang tanpa lampu tidak terlalu berbahaya," tambahnya.
Di Pamekasan, kata dia, ada empat wilayah kecamatan yang rawan pemadaman listrik pada musim kemarau akibat sering terganggu mainan layang-layang. Keempat kecamatan itu adalah Pademawu, Larangan, Galis, dan Kecamatan Proppo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang