Infrastruktur

Harga Jual Kakao dan Kopra Menurun

Kompas.com - 12/07/2011, 05:32 WIB

GORONTALO, KOMPAS - Harga jual kakao dan kopra ke pengepul di Gorontalo menurun akibat putusnya jalur trans-Sulawesi bagian selatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Pedagang pengepul berdalih ongkos pengangkutan bertambah sejak jalur trans-Sulawesi putus pada bulan lalu.

Petani kopra, Mustafa Kulupani (50), mengatakan, harga kopra turun dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 7.000 per kg. Secara terpisah, petani kakao di Kabupaten Bolaang Mongondow, Ahmad Ismail (40), mengatakan, harga jual kakao turun dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 15.000-Rp 16.000 per kg.

”Namun, kehilangan keuntungan ini dapat kami maklumi karena ini akibat musibah bencana alam yang memutuskan jalur trans-Sulawesi,” ujar Ismail, Senin (11/7).

Suleman Kau (40), pengepul kakao, mengatakan, dalam keadaan normal, kakao dan kopra dari Bolaang Mongondow diangkut menuju Palu melewati Kabupaten Bone Bolango di jalur selatan Gorontalo. Namun, kini, angkutan dialihkan melewati bagian utara Gorontalo.

”Biasanya kami hanya memerlukan waktu dua hari menuju Palu. Kini, memerlukan waktu hingga empat hari,” ujarnya.

Akibatnya, kata Suleman, ongkos angkutan membengkak hingga dua kali lipat. Dalam kondisi normal, ongkos angkut ke Palu Rp 4 juta per truk.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengatakan, perbaikan jalan dilaksanakan paling cepat pada akhir bulan ini. (APO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau