Sengketa pertambangan

Warga Tantang PT IMN Gelar Referendum

Kompas.com - 12/07/2011, 18:48 WIB

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Konflik yang terjadi antara PT Indo Multi Niaga  dan warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kian meruncing. Warga yang tidak menghendaki adanya penambangan emas di kawasan Gunung Tumpang Pitu menantang PT IMN untuk menggelar referendum. Langkah tersebut untuk membuktikan apakah masyarakat Banyuwangi menghendaki keberadaan perusahaan tambang emas tersebut. 

Melalui Forum Peduli Masyarakat Banyuwangi, tantangan itu disampaikan Hadi Triatmoko, salah satu anggota lembaga swadaya masyarakat. Menurut dia, referendum atau jajak pendapat bisa menjadi tolok ukur keinginan masyarakat yang menetap di sekitar lokasi penambangan. Bahkan, referendum merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan polemik keberadaan PT IMN yang didanai oleh pihak asing tersebut. 

Pascakonflik antara PT IMN dan warga yang mengakibatkan terbakarnya fasilitas milik perusahaan penambangan emas tersebut, warga sekitar lokasi penambangan ketakutan. Bahkan, hampir 70 persen penduduk yang berada di Dusun Lampon, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, terutama kaum laki-laki, meninggalkan rumah karena takut ditangkap aparat keamanan. 

"Mari kita buktikan di referendum. Apakah PT IMN dikehendaki atau tidak oleh rakyat Banyuwangi. Khususnya, masyarakat sekitar yang wilayahnya berpotensi terdampak dari aktivitas pertambangan tersebut," tantang Hadi, Selasa (12/7/2011). "Bila terlaksana, kita akan tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat. Apa pun hasilnya nanti, kita pasti akan menghargainya," ujarnya. 

Sementara itu, Humas PT IMN, Iwan Nurdianto, saat dikonfirmasi tentang hal ini langsung tertawa. Menurut dia, tantangan itu tidak perlu ditanggapi berlebihan. PT IMN sepertinya tidak mau terpancing dengan wacana tersebut. "Kok PT IMN yang direferendum," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau