Sekretaris Satlak Prima Utama Hamidi di sela-sela penandatanganan kerja sama Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) dengan PT Astra Daihatsu Motor, Selasa (12/7), mengungkapkan, sebanyak 40 pemain ditetapkan bisa mengikuti program pemusatan latihan nasional timnas sepak bola U-23. SK tersebut dikirim Satlak Prima Utama kepada Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo.
”Namun, nanti akan ada seleksi lagi oleh Badan Tim Nasional. Kepastian nama-nama tim inti akan diputuskan oleh tim pelatih,” katanya.
Jumlah pemain yang ditetapkan Satlak Prima Utama adalah 40 orang, berbeda dengan jumlah yang diumumkan oleh Alfred Riedl, Pelatih Timnas, yaitu sebanyak 25 pemain. Perbedaan jumlah itu, menurut Hamidi, bisa terjadi karena para pemain yang berasal dari Liga Primer Indonesia (LPI) belum diikutsertakan Riedl.
Hasil beberapa pertemuan antara Satlak Prima Utama, BTN, Badan Liga Indonesia, dan konsorsium LPI menyepakati dihapuskannya prinsip diskriminasi.
”Semua pemain bisa ikut serta. Prinsip nondiskriminasi ini yang diterapkan,” ujarnya.
Alfred Riedl, Pelatih Timnas, akhir pekan lalu, menyatakan, dirinya belum mengetahui nama-nama yang disetujui Satlak Prima Utama untuk bergabung dalam tim U-23. Namun, dia menyebutkan telah mengumumkan 25 nama pemain untuk memperkuat timnas.
Deputi BTN Iman Arif, Selasa, di Jakarta, mengatakan, daftar 25 pemain yang telah disampaikan Riedl tidak akan diubah. Namun, daftar anggota timnas tersebut bisa saja bertambah dengan pemain yang berasal dari LPI.
”Bisa jadi ada penambahan apabila LPI sudah diakui PSSI dan FIFA. Namun, hal itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan asisten pelatih,” katanya.
Timnas boling mengagendakan beberapa uji coba menjelang SEA Games 2011. Setelah gagal mencapai final pada Kejuaraan Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka, timnas kini menjajal Hongkong Terbuka.
Mereka adalah peboling putri Putty Armein, Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso, Ivana H, Novie P, dan Putri A. Adapun atlet putra meliputi Ryan Lalisang, Hardi, Harry M, Radzditya, dan William W. Dua pemain, Yeri M dan Rangga, tidak ikut karena mengikuti ujian sekolah.
”Saat ini tim didampingi pelatih Bill Hall dan Thomas Tan. Pelatih melihat kegagalan di Malaysia dan Singapura sehingga kali ini harus dikawal ketat. Target di Hongkong Terbuka, putra dan putri bisa masuk tiga besar,” kata Manajer SEA Games Cabang Boling Isra Tahir.
Sepulang dari Hongkong, timnas langsung mengikuti final Indonesia Terbuka di Ancol, 23-24 Juli 2011. Lawan terberat Indonesia pada SEA Games bagi putri masih tetap Singapura dan Malaysia. Adapun bagi putra, Persatuan Boling Indonesia tetap menargetkan medali emas untuk perorangan dan ganda putra.
”Untuk tim tiga dan tim lima, putra ataupun putri, targetnya dapat medali. Begitu pula dengan putri perorangan dan ganda,” kata Isra.
Masih ada satu kejuaraan lagi yang akan diikuti, yakni Kejuaraan Dunia Putri di Hongkong, September 2011. ”Karena kita menjadi tuan rumah, setidaknya atlet kita sudah terbiasa dengan oil pattern (lintasan minyak) yang ada di Ancol. Yang masih perlu ditingkatkan adalah mental