Pemain Tim Nasional U-23 Sudah Final

Kompas.com - 13/07/2011, 05:08 WIB

jakarta, kompas - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama telah mengirimkan surat keputusan berisi nama-nama anggota tim nasional sepak bola U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games XXVI/2011. Terdapat perbedaan jumlah anggota timnas.

Sekretaris Satlak Prima Utama Hamidi di sela-sela penandatanganan kerja sama Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) dengan PT Astra Daihatsu Motor, Selasa (12/7), mengungkapkan, sebanyak 40 pemain ditetapkan bisa mengikuti program pemusatan latihan nasional timnas sepak bola U-23. SK tersebut dikirim Satlak Prima Utama kepada Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo.

”Namun, nanti akan ada seleksi lagi oleh Badan Tim Nasional. Kepastian nama-nama tim inti akan diputuskan oleh tim pelatih,” katanya.

Jumlah pemain yang ditetapkan Satlak Prima Utama adalah 40 orang, berbeda dengan jumlah yang diumumkan oleh Alfred Riedl, Pelatih Timnas, yaitu sebanyak 25 pemain. Perbedaan jumlah itu, menurut Hamidi, bisa terjadi karena para pemain yang berasal dari Liga Primer Indonesia (LPI) belum diikutsertakan Riedl.

Hasil beberapa pertemuan antara Satlak Prima Utama, BTN, Badan Liga Indonesia, dan konsorsium LPI menyepakati dihapuskannya prinsip diskriminasi.

”Semua pemain bisa ikut serta. Prinsip nondiskriminasi ini yang diterapkan,” ujarnya.

Alfred Riedl, Pelatih Timnas, akhir pekan lalu, menyatakan, dirinya belum mengetahui nama-nama yang disetujui Satlak Prima Utama untuk bergabung dalam tim U-23. Namun, dia menyebutkan telah mengumumkan 25 nama pemain untuk memperkuat timnas.

Deputi BTN Iman Arif, Selasa, di Jakarta, mengatakan, daftar 25 pemain yang telah disampaikan Riedl tidak akan diubah. Namun, daftar anggota timnas tersebut bisa saja bertambah dengan pemain yang berasal dari LPI.

”Bisa jadi ada penambahan apabila LPI sudah diakui PSSI dan FIFA. Namun, hal itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan asisten pelatih,” katanya.

Uji coba boling

Timnas boling mengagendakan beberapa uji coba menjelang SEA Games 2011. Setelah gagal mencapai final pada Kejuaraan Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka, timnas kini menjajal Hongkong Terbuka.

Mereka adalah peboling putri Putty Armein, Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso, Ivana H, Novie P, dan Putri A. Adapun atlet putra meliputi Ryan Lalisang, Hardi, Harry M, Radzditya, dan William W. Dua pemain, Yeri M dan Rangga, tidak ikut karena mengikuti ujian sekolah.

”Saat ini tim didampingi pelatih Bill Hall dan Thomas Tan. Pelatih melihat kegagalan di Malaysia dan Singapura sehingga kali ini harus dikawal ketat. Target di Hongkong Terbuka, putra dan putri bisa masuk tiga besar,” kata Manajer SEA Games Cabang Boling Isra Tahir.

Sepulang dari Hongkong, timnas langsung mengikuti final Indonesia Terbuka di Ancol, 23-24 Juli 2011. Lawan terberat Indonesia pada SEA Games bagi putri masih tetap Singapura dan Malaysia. Adapun bagi putra, Persatuan Boling Indonesia tetap menargetkan medali emas untuk perorangan dan ganda putra.

”Untuk tim tiga dan tim lima, putra ataupun putri, targetnya dapat medali. Begitu pula dengan putri perorangan dan ganda,” kata Isra.

Masih ada satu kejuaraan lagi yang akan diikuti, yakni Kejuaraan Dunia Putri di Hongkong, September 2011. ”Karena kita menjadi tuan rumah, setidaknya atlet kita sudah terbiasa dengan oil pattern (lintasan minyak) yang ada di Ancol. Yang masih perlu ditingkatkan adalah mental atlet,” ujar Isra.

(MHD/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau