JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah pelanggar lalu lintas di Ibu Kota yang ditindak aparat pada hari kedua Operasi Patuh Jaya 2011, Selasa (12/7/2011), meningkat. Peningkatan terjadi hingga 25 persen dari 4.282 pengendara yang ditilang pada hari pertama menjadi menjadi 5.719 pengendara pada hari kedua.
Kepala Seksi Penindakan Pelanggaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Adhie Santika, mengatakan, peningkatan terjadi lantaran petugas di lapangan lebih aktif menindak dibandingkan dengan hari sebelumnya.
"Jumlah penindakannya tergantung petugas di lapangan, malas atau tidak," ungkap Adhie, Rabu (13/7/2011), di Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, selama dua hari Operasi Patuh Jaya digelar, tercatat 10.001 pengendara yang melanggar. Pelanggaran tertinggi terjadi di Jakarta Timur dengan jumlah 1.694 pengendara, disusul Jakarta Utara (746 pengendara), dan Jakarta Pusat (709 pengendara).
Sementara dari jenis kendaraan, sepeda motor tetap paling banyak terkena tilang, dengan jumlah 6.891 pengendara, disusul angkutan umum dengan tipe mikrolet sejumlah 1.125 pengendara, dan minibus sebanyak 616 pengendara.
Adhie menuturkan, pelanggaran terkait kendaraan roda dua ini paling banyak disebabkan tidak menggunakan helm dan melawan arus lalu lintas. "Tidak menggunakan helm sebanyak 1.254 pengendara dan melawan arus 1.263 pelanggaran," ujarnya.
Banyaknya pelanggaran yang terjadi pada hari kedua ini, diakui Adhie, juga disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui tentang Operasi Patuh Jaya 2011. "Kami yakin angka (pelanggaran) itu akan semakin menurun. Pada pertengahan operasi nanti baru terlihat ada tidaknya penurunan pelanggaran," katanya.
Operasi Patuh Jaya 2011 dtujukan untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan dalam berlalu lintas. Dalam operasi ini, polisi menurunkan 4.092 anggota Lalu Lintas. Jumlah itu terdiri dari 2.289 personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan 1.756 anggota polres.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang