Unjuk rasa sambut sby

Warga Yogya Demo di Depan Gedung Agung

Kompas.com - 13/07/2011, 16:14 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pada hari kedua kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta, Rabu (13/7/2011), ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Agung Yogyakarta.

Demonstrasi sempat memacetkan Jalan Malioboro mulai pukul 15.15 hingga pukul 16.50. Sejak pagi hari sekitar pukul 09.15, aksi demonstrasi diawali para aktivis Partai Rakyat Demokrasi (PRD) di titik nol kilometer Yogyakarta.

Pukul 13.00, demonstrasi kembali muncul dari Paguyuban Dukuh dan Kepala Desa se-DIY. Perwakilan Paguyuban Dukuh dan Kepala Desa se-DIY sempat menyerahkan pernyataan sikap kepada Presiden melalui Kepala Kepolisian DIY, Brigadir Jenderal (Pol) Ondang Sutarsa.

Pukul 15.15 massa demonstran bertambah banyak, dengan datangnya kelompok mahasiswa, buruh, dan aktivis perjuangan keistimewaan Yogyakarta.

"Pada kesempatan ini, kami ingin menyerahkan tuntutan kami secara langsung kepada Presiden. Aksi kami adalah bentuk perjuangan golong gilig segenap masyarakat Yogyakarta," kata Ketua Sekber Keistimewaan Yogyakarta Widihaso Wasana Putra.

Hingga saat ini para demonstran masih bertahan di depan Gedung Agung yang menjadi tempat menginap Presiden bersama istri dan para menteri. Rencananya, Kamis (13/7/2011) besok, Presiden akan melantik para perwira remaja TNI di Akademi Angkatan Udara Adisutjipto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau