Jangan Stres Jika Ingin Punya "Easy Baby"

Kompas.com - 13/07/2011, 18:23 WIB

KOMPAS.com - Tangisan bayi melengkapi proses persalinan, sekaligus penanda bayi lahir normal dan sempurna. Namun jika bayi cenderung rewel dan sering menangis pascapersalinan, ini juga petanda ia bukan "easy baby" atau bukan bayi yang tenang. "Easy baby" lahir dari kondisi ibu yang tenang, emosi yang stabil, siap secara fisik dan mental sejak merencanakan kehamilan hingga persalinan.

"Memiliki anak yang tergolong easy child sangat bergantung pada kondisi ibu saat hamil. Ibu yang siap menjalani kehamilan, bahkan sejak perencanaan kehamilan hingga persalinan, cenderung lebih tenang dan tidak stres. Kondisi ibu saat hamil sangat memengaruhi janin yang dikandungnya," jelas  dokter spesialis anak, dr Matheus Tatang Puspanjono, SpA di Jakarta beberapa waktu lalu.

Siap hamil
Jika ingin mendapatkan easy baby, kehamilan harus direncanakan lebih dini, bahkan sebelum menikah, kata dr Tatang. Persiapan komperehensif diperlukan dan memengaruhi kondisi janin. Pada masa pranikah, lakukan pemeriksaan kesehatan pranikah, seperti torch, untuk mencegah berbagai risiko saat kehamilan. Selain juga mengonsumsi vitamin prakehamilan.

Kesiapan kehamilan juga perlu dipengaruhi faktor mental. Baik, calon ibu dan ayah, harus merasa siap menghadapi kehamilan, berada dalam kondisi fisik yang prima, dan tidak merencanakan kehamilan karena terpaksa atau karena tekanan-tekanan dari mana pun.

"Kehamilan yang baik dipengaruhi oleh lingkungan yang baik. Lingkungan dalam arti makro, baik pasangan maupun keluarga di sekitarnya. Kehamilan perlu mendapat dukungan dari semua pihak," lanjutnya.

Ibu, saat hamil, juga sebaiknya memiliki emosi yang stabil dan tidak stres. Tentunya kondisi emosi seperti ini hanya bisa terwujud jika kehamilan penuh dengan dukungan. Terutama oleh suami, keluarga dan lingkungan di sekitar ibu hamil.

Stimulasi dini janin
Bayi yang tenang juga dipengaruhi stimulasi yang diberikan sejak dalam kandungan. Suara musik yang tenang memberikan stimulasi dini pada janin, terutama stimulasi pada otak bayi. Selain juga stimulasi berupa kata-kata, sentuhan lembut yang dirasakan bayi sejak dalam kandungan.

"Musik yang tenang atau suara-suara yang tenang menimbulkan frekuensi suara yang masih bisa ditoleransi gendang telinga bayi. Sehingga bayi merasa lebih tenang, sejak dalam kandungan. Perkembangan sel-sel saraf anak pada masa golden age (tiga tahun pertama) juga dipengaruhi stimulasi sejak dalam kandungan," lanjutnya.

Stimulasi dini janin, baik suara maupun sentuhan, bisa diterima bayi dalam kandungan sejak trimester pertama, kata dr Tatang. Jadi, jangan bosan memberikan stimulan dengan sentuhan lembut, alunan musik yang tenang, bahkan mengajak bicara bayi dalam kandungan.

Ketenangan yang didapatkan bayi sejak dalam kandungan inilah yang kemudian membuatnya lahir sebagai easy baby. Bayi merasa nyaman begitu lahir dan mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru, karena sudah diperkenalkan bertahap oleh ibu dan ayahnya sejak dalam kandungan melalui berbagai stimulasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau