Darsem Disambut Siraman Air Kembang

Kompas.com - 13/07/2011, 21:29 WIB

SUBANG, KOMPAS.com — Kedatangan Darsem, TKW yang nyaris dihukum pancung di Arab Saudi, disambut dengan antusias oleh warga Subang, Rabu (13/7/2011). Darsem tiba di Patimban Pusakanagar, Subang, menggunakan Toyota Kijang "Kapsul" biru tua bernomor polisi B 1498 RFN. Ia dikawal oleh anggota polisi dan didampingi orangtua, Daud bin Tawar, dan kuasa hukumnya, Elyasa Budianto.

Warga bersama para jurnalis saling berebut untuk menyambut dan mengambil gambar. Pada saat masuk gang rumahnya, Darsem mendapat siraman air kembang sebagai ucapan selamat datang.

Pada kesempatan tersebut, Darsem belum bisa diwawancarai dan tampak kelelahan. Elyasa Budianto menegaskan bahwa Darsem memutuskan untuk usaha kecil-kecilan dengan menggunakan modal hasil aksi solidaritas.

Dukung fatwa haram pengiriman TKW

Secara tegas Elyasa Budianto menyatakan mendukung fatwa haram pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) karena dianggap sebagai sumber masalah. "Saya mendukung fatwa haram pengiriman TKW. Hanya tenaga kerja pria saja yang dikirim," kata Elyasa kepada Kompas.com.

Secara khusus, Elyasa menyampaikan terima kasih kepada pers yang telah mendukung pemberitaan sehingga Darsem bisa bebas. Elyasa mengharapkan pemerintah meningkatkan perhatian kepada para TKI. Elyasa menambahkan, kasus Darsem bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dalam memberikan perhatian kepada nasib tenaga kerjanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau