Kenaikan harga

Pedagang Beli Padi Sebelum Panen

Kompas.com - 14/07/2011, 04:23 WIB

Karawang, Kompas - Tingginya harga beras—rata-rata naik Rp 600 per kilogram dalam sebulan terakhir—dan minimnya area panen di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membuat pedagang dan pengusaha penggilingan berlomba memburu gabah petani. Mereka bahkan berani membeli padi sebelum masa panen tiba.

Kapri (43), tengkulak di Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Rabu (13/7), mengatakan, permintaan beras dari pedagang dan pengusaha penggilingan naik menjelang bulan Ramadhan ini. Namun, area panen sangat terbatas dan sebagian besar petani baru memulai tanam padi.

Harga gabah terdongkrak naik dari Rp 3.700-Rp 3.800 per kg gabah kering panen (GKP) pada bulan lalu menjadi Rp 3.900-Rp 4.100 per kg GKP, pekan ini.

”Tak mudah memperoleh gabah dalam situasi minim panen seperti sekarang. Karenanya, saya beli padi 2-3 pekan sebelum masa panen tiba, saat ini tarifnya rata-rata Rp 13 juta per bahu (7.000 meter persegi) dengan perkiraan produksi 5 ton GKP,” tutur Kapri.

Aziz (49), pedagang beras asal Purwakarta, menambahkan, stok beras di penggilingan milik beberapa penyuplai menipis sehingga dia terpaksa berburu gabah petani. Tanpa turun langsung ke lokasi-lokasi panen, sulit mendapatkan gabah atau beras dengan harga ekonomis. Apalagi pedagang dari luar wilayah juga memburu gabah petani.

”Tidak seperti pada panen musim rendeng, tidak mudah mencari gabah pada musim gadu karena petani umumnya menyimpan sebagian hasil panennya sebagai cadangan pangan keluarga,” ujar Aziz.

Panen padi musim ini mulai berlangsung di beberapa persawahan di Kabupaten Karawang, seperti di Jatisari, Telagasari, dan Majalaya. Area yang tengah dipanen antara puluhan hingga ratusan hektar dari total 94.000 hektar sawah di Karawang.

Kenaikan harga beras juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur, dan Pangkal Pinang, Pulau Bangka. Bahkan, kenaikan harga beras di Surabaya turut memicu inflasi di Jatim pada Juni.

Di Pangkal Pinang, harga beras rata-rata naik Rp 300 per kg. Hingga Juni 2011, rata-rata harga beras Rp 7.500 per kg dan kemarin sudah menjadi Rp 7.900-Rp 8.000 per kg.

Di tengah-tengah kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, harga cabai rawit dan cabai merah di Kediri justru anjlok. Pada Maret-April lalu, harga cabai di tingkat petani sempat mencapai Rp 70.000 per kg.

”Sekarang harga cabai rawit tidak lebih dari Rp 9.000 per kilogram,” kata Darman (70), petani asal Desa Mekikis, Purwoasri. (MKN/ETA/RAZ/TIF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau