Fortifikasi untuk Penduduk Miskin

Kompas.com - 14/07/2011, 06:50 WIB

Singapura, Kompas - Indonesia bersiap melakukan fortifikasi vitamin A pada minyak goreng curah untuk meningkatkan asupan vitamin A pada penduduk miskin. Dua dari 97 pabrik minyak goreng di Indonesia sudah melakukan fortifikasi, tetapi masih sebatas pada minyak goreng kemasan.

”Diharapkan tahun 2012 semua minyak goreng curah di Indonesia sudah mengandung vitamin A,” Prof Soekirman, Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), memaparkan hal itu, Rabu (13/7) di Kongres Nutrisi Asia XI di Singapura.

Fortifikasi adalah proses pengayaan bahan makanan untuk meningkatkan kadar gizi. Minyak goreng dipilih karena paling banyak dikonsumsi masyarakat. Penambahan vitamin A akan menaikkan harga minyak goreng sekitar Rp 50 per kilogram.

Soekirman mengatakan, Indonesia menghadapi masalah kekurangan vitamin A kronis. Hasil penelitian ahli gizi menunjukkan, banyak anak dan ibu hamil punya kadar vitamin A rendah dalam darah. Standar internasional, kadar vitamin A dalam darah minimal 20 international unit (IU). Kadar vitamin A pada anak-anak Indonesia rata-rata 30-40 persen di bawah standar normal.

Kekurangan vitamin A bisa menimbulkan gangguan penglihatan dan menurunkan daya tahan tubuh. Di Indonesia, asupan vitamin A terbukti mampu menurunkan angka kematian hingga 25 persen dari total angka kematian anak di Indonesia. Secara alami, kebutuhan vitamin A bisa diperoleh dari produk hewani.

Bantu asupan gizi

Di Indonesia, program fortifikasi dilakukan sejak 1994. Fortifikasi pertama yang dilakukan adalah pemberian yodium pada garam. Kemudian tahun 2001 pemerintah menerapkan kebijakan fortifikasi zat besi, asam folat, vitamin B1 dan B2 pada tepung terigu. Menurut penelitian, masyarakat miskin lebih banyak mengonsumsi mi daripada beras. Tahun ini, KFI mengkaji fortifikasi beras untuk penduduk miskin bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Perum Bulog, dan Kementerian Pertanian.

Minarto, Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan, mengatakan, pemerintah sejak lama menyosialisasikan menu makanan dengan gizi seimbang, tetapi terkendala daya beli masyarakat yang rendah sehingga harus dibantu dengan fortifikasi.

Program fortifikasi minyak goreng dilakukan secara internasional. KFI mendapat dana dari International Global Alliance for Improved Nutrition, organisasi nirlaba yang dibiayai oleh Bill Gates, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Bank Dunia.

(Lusiana Indriasari dari Singapura)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau