Pikiran Jelek Bikin "Soulmate" Tak Kunjung Datang

Kompas.com - 14/07/2011, 08:50 WIB

KOMPAS.com - Keinginan untuk mendapatkan pasangan begitu menggebu bagi para lajang. Termasuk untuk mendapatkan soulmate. Pasangan jiwa bisa didapatkan siapa saja namun ada syaratnya. Jangan pernah menyerah sebelum bertemu soulmate dan kendalikan pikiran Anda.

Sayangnya, banyak orang yang merasa pesimis mendapatkan soulmate. Mereka yang pesimis ini akhirnya menikah dengan orang yang salah hanya demi ingin memiliki pasangan. Sekadar melepas status lajang kemudian dijadikan alasan.

Sikap pesimis inilah yang kemudian membuat banyak perempuan menikah dengan pria yang salah. Setelah menikah, mereka baru menyadari bahwa bukan pria seperti itu yang dibutuhkan untuk mendampinginya seumur hidup.

Kekuatan pikiran
Agar tak terjebak dalam kondisi menikahi orang yang salah, andalkan kekuatan pikiran Anda. Tanamkan di kepala, bahwa Anda akan mendapatkan soulmate. Namun jangan pernah tergesa-gesa untuk mewujudkannya.

Katakan dalam diri, jika tak bertemu hari ini, esok hari, minggu depan, atau bulan depan Anda bisa menemukan pasangan impian yang sejiwa. Tanamkan pikiran positif ini dalam diri Anda.

Karena jika semakin sering Anda menyepelekan diri, berpikir tidak bisa menemukan soulmate, justru membuat diri Anda semakin jauh dari kemungkinan bertemu dengannya. Pasalnya, pikiran bawah sadar akan membuat Anda tak sadar pria mana yang sebenarnya cocok dengan Anda.

Mulai sekarang, berhati-hatilah dengan pikiran. Karena apa yang Anda pikirkan bisa jadi kenyataan. Jika berpikir baik, bahwa Anda segera mendapatkan soulmate, maka pria sejati impian semakin dekat dengan Anda.

(Chic/Bestari Kumala Dewi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau