Penting, Pertimbangkan Bahan Pembuat Kolam Ikan!

Kompas.com - 14/07/2011, 19:57 WIB

KOMPAS.com - Memilih bahan membuat untuk "rumah" ikan memang memerlukan kecermatan. Bukan apa-apa. Karena, bahan yang akan Anda pilih harus memberikan keselarasan bagi ikan-ikan peliharaan Anda.

Selain hawa sejuk, keberadaan kolam ikan di pekarangan atau halaman belakang rumah memang memberikan nuansa tersendiri bagi Anda sekeluarga maupun tamu-tamu yang berkunjung. Menikmati pemandangan ikan-ikan di kolam diyakini, setidaknya mempunyai efek terapi sebagai pelebur stres.

Untuk itu, Anda perlu cermat memilih bahan untuk keselarasan kolam dan ikan-ikan di dalamnya agar sedap dipandang. Beberapa langkah berikut mungkin bisa Anda jadikan acuan:

Beton

Kolam terbuat dari beton memang tahan lama bila dipasang secara tepat. Namun, bila tidak tepat dalam mencampur "adonannya", beton bisa-bisa malah retak sebelum dipakai. Maka, tak bisa tidak, pembuatannya harus di tangan yang benar-benar ahli. Keluar uang sedikit tentu bukan masalah, asalkan hasilnya memuaskan ketimbang dikerjakan sendiri dan rusak sebelum waktunya. 

Semen

Semen juga memilki daya tahan kuat. Umumnya, penggunaan semen jika pemilik rumah lebih senang memelihara ikan koi dan nila. Hanya saja, Anda harus memberikan makanan yang cukup karena persedian makananan alami di kolam semen tidak akan tersedia selain lumut.

Batu Padat

Batu padat juga apik memberikan kesan tersendiri. Selain akan memberikan efek alami, batu padat juga memberikan kelembaban berlebih di sekitar kolam. Anda boleh menetapkan batu-batu alam, mulai di bibir kolam, dinding air terjun, hingga hiasan kubus-kubus.

Plastik

Bila persedian air di daerah Anda terbatas, kolam pastik bisa dijadikan jalan keluar. Selain hemat air dan tempat, kolam ini juga memberikan efek dramatis. Namun, untuk kolam berbahan jenis ini Anda sebaiknya memelihara jenis ikan yang "tenang", seperti ikan gurame misalnya.

Tanah

Jika tidak cukup punya uang untuk membuat kolam, cobalah Anda menggali lahan kosong di pekarang rumah Anda. Dengan kolam ini, Anda tidak terlalu banyak memberikan makanan buat ikan, karena dari tanah itu sendiri persedian makanan sudah tersedia.

Memang, Anda harus memilih jenis-jenis kolam sesuai dengan kantong Anda. Jika kantong tipis, pembuatan kolam tidak perlu mendatangkan ahli, sebab Anda cukup hanya menyediakan lahan minimal 2 x 3 meter.

Ahli pembuat kolam Usup Supriatna pernah mengatakan, hal penting perlu Anda perhatikan dalam pembuatan kolam adalah aliran air pembuangan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan kolam.

Jangan lupa, hadirkan aksesoris untuk kolam Anda, seperti pompa, selang, filter, zat aditif air dan air mancur, serta tumbuhan airnya. Khusus pompa, Anda bisa memilihnya berdasarkan kapasitas air dalam galon dari kolam Anda.

Selamat membangun kolam! 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau