Bahan pokok

Sulsel Siap Gelar Pasar Murah pada Awal Puasa

Kompas.com - 15/07/2011, 04:43 WIB

MAKASSAR, KOMPAS - Guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan Lebaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan Rp 1,2 miliar untuk pasar murah. Kegiatan yang akan digelar pada awal puasa ini difokuskan di 6 daerah yang tingkat inflasinya tinggi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Murny Amien Situru, Kamis (14/7), mengatakan, enam daerah itu adalah Kota Makassar dan Parepare, serta Kabupaten Gowa, Maros, Wajo, dan Bone. Badan Pusat Statistik Sulsel mencatat inflasi pada Juni di keenam daerah itu mencapai 0,6-0,9 persen, tertinggi dari 18 daerah lainnya. Kontribusi terbesar dari kebutuhan pokok, yang mencapai 0,45 persen.

Dinas perindustrian dan perdagangan, kata Murny, akan menyubsidi Rp 200 juta untuk 10.000 paket sembako yang dijual seharga Rp 25.000 per paket. Harga ini lebih murah hingga 20 persen dibandingkan di pasar.

Langkah ini diharapkan efektif menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi sepekan terakhir, seperti telur ayam, beras, dan minyak goreng curah.

Di Manokwari, rata-rata harga bahan makanan sudah naik di atas 10 persen dibandingkan dengan harga pada dua bulan lalu. Sejauh ini belum ada rencana pemda setempat menggelar pasar murah.

Di pasar tradisional, harga bawang merah dan bawang putih naik dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 32.000-Rp 35.000 per kg. Harga cabai rawit naik dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg. Harga gula pasir naik dari Rp 11.000 per kg menjadi Rp 13.000 per kg.

Alan (59), pedagang kelontong di Pasar Wosi, Kamis (14/7), mengatakan, harga sayuran naik hampir dua kali lipat dari harga normal. Harga wortel dan kentang, misalnya, kini mencapai Rp 20.000 per kg, dari semula Rp 10.000-Rp 15.000 per kg.

Selain menjelang puasa, kenaikan harga ini juga akibat pasokan barang dari luar daerah tidak lancar. Rahayu (33) dan Yuliati (35), pedagang di Pasar Sanggeng, mengatakan, pasokan sayuran berkurang. Daerah Anggi di Manokwari yang memasok sayur belum panen dan pasokan sayur dari Manado seret akibat meletusnya Gunung Lokon.

Di Malang, Jawa Timur, ada tiga bahan pokok yang sangat mudah naik harga, yaitu beras, gula, dan telur. (THT/RIZ/ODY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau