Psikosomatis, Apakah itu Berbahaya?

Kompas.com - 15/07/2011, 08:13 WIB

TANYA :

Dok, saya ingin menanyakan, apakah psikosomatis itu berbahaya? Saya sering sekali merasa cemas. Apakah minum obat penenang/anti depresi ada efek sampingnya? Saya mengonsumsi obat kalxetin+alprazolam. Mohon tanggapannya terima kasih

Arief Mukti Wibowo, 25 Depok

 

JAWAB :

Arief yang baik,

Pertama kali, perlu dipersamakan persepsi tentang apa itu Psikosomatik. Psikosomatik adalah keluhan fisik yang didasari adanya proses psikologis terkait mekenisme adaptasi stres di sistem otak terutama di Hipotalamus dan sistem aksis Hipotalamus-Pituitary Adrenal .

Pada suatu kondisi stres yang kronik, daya tahan adaptasi manusia terhadap stres berkurang sehingga mengaktifkan sistem alarm stres di otak yang berkaitan dengan sistem neuroendokrin (berhubungan dengan hormon kortisol dan adrenalin) serta sistem saraf otonom (parasimpatis dan simpatis).

Tidak heran gejala yang ditimbulkan adalah lebih gejala fisik walaupun tidak ada kondisi obyektif yang bermakna jika dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, imaging (CT-Scan/MRI) dan pemeriksaan lainnya (EKG,EEG,EMG, endoskopi, kolonoskopi dll).

Penelitian yang dilakukan di Klinik Psikosomatik RS OMNI kepada pasien-pasien yang datang dengan keluhan psikosomatik ditemukan bahwa lebih dari 80% di antaranya sebenarnya mengalami Gangguan Cemas Panik sebagai dasar penyakitnya. Untuk itu, biasanya tata laksana gangguan dasarnya dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan.

Pedoman pengobatan gangguan cemas saat ini adalah dengan menggunakan antidepresan seperti antidepresan golongan SSRI (Fluoxetine,Sertraline, Paroxetine,Escitalopram) dan golongan antidepresan trisiklik (imipramine).

Anticemas golongan benzodiazepine seperti alprazolam, clobazam atau clonazepam diberikan biasanya pada awal terapi karena antidepresan bekerja optimal baru di minggu kedua sampai ke empat. Dosisnya tidak besar dan selalu dipantau penggunaannya.

Penggunaan obat anticemas juga BUKAN untuk selamanya atau menjadi pengobatan inti, tetapi hanya digunakan sementara dan sebaiknya tidak lebih dari 4 minggu.

Pengobatan gangguan cemas yang sedang dijalani oleh Arief adalah dengan menggunakan Fluoxetine (zat aktif dalam Kalxetin) dan Alprazolam. Pengobatan ini biasanya berlangsung beberapa bulan sampai gejala baik dan tidak kambuh lagi. Untuk alprazolam biasanya hanya diberikan sementara sampai efek kerja fluoxetine sebagai antidepresan bekerja.

Semoga segera sembuh dan dapat beraktifitas kembali.

Salam Sehat Jiwa !

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau