Kasus nazaruddin

Anas: Halah, "Sampeyan" Ini Ada-ada Saja

Kompas.com - 15/07/2011, 10:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan semua pesan Blackberry Messenger yang dikirim mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin adalah keliru.

Menurutnya, ia tak perlu membantah ataupun membenarkan pesan-pesan keliru tersebut. "BBM-nya keliru semua kok kan sudah saya bilang. Itu sudah saya bantah. Hal itu (BBM Nazaruddin) biarkan menjadi proses hukum. Saya kan sudah ada laporan ke polisi jadi tidak perlu ribut, apalagi ribut di media," ujar Anas saat menghadiri Pembukaan Seleksi Sepak Bola Tunas Garuda Demokrat se-DKI Jakarta, di Lapangan B Gelora Senayan, Jumat (15/7/2011).

Anas juga menyatakan, saat ini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum. Dari partai sendiri sudah memberikan surat peringatan kedua untuk Nazaruddin. Pasalnya, pengusaha muda itu bukan hanya melayangkan pesan-pesan yang menjatuhkan kader Demokrat, tetapi juga mangkir dalam pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Padahal, ia telah menjadi tersangka kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

"Yang punya tanggung jawab resmi adalah aparat penegak hukum. Saya kira KPK sedang bekerja, polisi juga. Pemerintah atas instruksi Presiden juga sedang bekerja, tapi yang paling mudah, sesungguhnya adalah kesadaran dia (Nazaruddin) sendiri untuk segera pulang ke Indonesia untuk menjalani proses hukum. Kami sedang menuju proses, dan telah memberikan SP-2," ujarnya.

"Saya kira sebaiknya dia (Nazaruddin) bawa bukti dan data seperti yang dikatakannya ke Indonesia. Biar mudah kan begitu," ujarnya.

Ditanya mengenai Nazar yang mengaku pergi ke Singapura atas perintahnya, Anas hanya menjawab dengan tertawa. "Halah, sampeyan ini ada-ada saja," ujar Anas dengan tertawa.

Dalam salah satu dialog BBM dengan media, Nazaruddin pernah mengaku ia diperintahkan Anas untuk "bersembunyi" dulu di Singapura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau