JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrat saat ini tengah mencari alasan untuk memecat kadernya, M Nazaruddin, yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pada proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan.
Nazaruddin, yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), akan dipecat pada rapat koordinasi nasional Demokrat pada akhir Juli mendatang. "(PD) lagi melihat bukti-buktinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini," kata anggota Dewan Kehormatan EE Mangindaan kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (15/7/2011).
Ketika ditanya bukti-bukti yang dimiliki partai, Mangindaan, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengaku belum mengetahuinya. Dikatakan, selain Nazaruddin, ada kader lain yang akan dipecat dalam waktu dekat ini. "(Kader) yang digonjang-ganjingkan itu," ujarnya singkat ketika ditanya nama kader tersebut.
Selain Nazaruddin, kader lainnya yang tengah tersangkut kasus hukum adalah Ketua Komunikasi Publik Andi Nurpati, yang saat ini tengah diperiksa Mabes Polri terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi.
Ada pula sejumlah kader Demokrat yang disebut Nazaruddin terlibat dalam kasus suap wisma atlet, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hingga anggota DPR Angelina Sondakh.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ketika berbicara kepada media di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, mengatakan, Partai Demokrat akan melakukan langkah koreksi terhadap sejumlah kecil kader yang ternyata melakukan perbuatan tercela.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang