Jelang Puasa Harga Beras Mulai Naik

Kompas.com - 15/07/2011, 21:06 WIB

SUNGAILIAT, KOMPAS.com — Menjelang puasa Ramadhan, harga beras jenis premium di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai merangkak naik seiring peningkatan permintaan warga di daerah itu.

"Warga mulai membeli kebutuhan pokok dalam jumlah banyak sebagai persiapan menyambut puasa Ramadhan pada 30 Juli 2011," ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Marwi, di Sungailiat, Jumat (15/7/2011).

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bangka, harga beras premium merek TR naik menjadi Rp 8.000 dari harga sebelumnya Rp 7.500 per kilogram. Harga beras merek RM naik menjadi Rp 8.000 dari harga sebelumnya Rp 7.500 per kg, beras merek 118 naik menjadi Rp 8.000 dari harga sebelumnya Rp 7.500 per kg.

Sementara beras merek Samudera Gareng masih bertahan Rp 7.500 dari harga sebelumnya Rp 7.000 per kg.

Demikian juga harga beras jenis medium merek Sendok Mas dan Sirsak masih bertahan tinggi Rp 7.500 dari harga sebelumnya Rp 6.500 per kg.

"Diperkirakan harga beras akan terus mengalami kenaikan hingga Idul Fitri seiring semakin meningkatnya kebutuhan warga merayakan Lebaran," ujarnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Bangka merupakan bagian daerah kepulauan Provinsi Kepulauan Babel hanya mampu memasok beras 10 persen untuk memenuhi kebutuhan beras warga, sementara 90 persen suplai dari luar provinsi.

"Untuk memenuhi kebutuhan beras warga, kami mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera karena rendahnya minat petani meningkatkan produksi beras dan mereka lebih meminati membuka tambang bijih timah yang lebih mudah dan cepat menghasilkan uang," ujarnya.

Namun, katanya, kenaikan harga beras belum berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan lainnya, seperti telur ayam, tepung, cabai merah, bawang, gula pasir dan minyak goreng masih stabil.

Harga telur ayam ras bertahan stabil Rp 1.100 per butir dan harga telur ayam kampung masih Rp 1.500 per butir. Demikian juga harga tepung merek segitiga biru masih bertahan Rp 7.000 per kg, tepung cakra kembar Rp 8.000 per kg, harga cabai masih Rp 20.000 per kg, dan harga cabai rawit Rp 35.000 per kg.

"Dalam sepekan terakhir, harga sayur-mayur dan kebutuhan lainnya masih stabil karena permintaan masih normal dan pasokan masih lancar," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau