Jakarta, Kompas
”India dan Pakistan jadi pilihan kami. Mereka kami jajaki karena keduanya dikenal sebagai eksportir beras. Untuk waktunya kapan kami impor serta berapa banyaknya, masih kami bahas bersama,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Jumat (15/7).
Harga beras di Thailand merambat naik setelah pemerintahan baru terpilih. Perdana Menteri terpilih Yingluck Shinawatra berencana membeli gabah petani untuk menjamin harga pada posisi Rp 4,3 juta per ton. Caranya dengan kebijakan pembelian beras langsung dari petani dengan harga di atas harga pasar.
Menurut Mari, selama ini Indonesia banyak mengandalkan pasokan dari Vietnam dan Thailand melalui mekanisme pemerintah (
Secara terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya siap memantau harga beras internasional agar Indonesia bisa mendapatkan harga terbaik.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir mengatakan, berbagai program bantuan petani untuk peningkatan produksi beras nasional belum sampai ke petani. Misalnya, bantuan langsung benih unggul dengan anggaran Rp 1,5 triliun dan bantuan langsung pupuk langsung pupuk organik seluas 550.000 hektar.
Selain itu, dana asuransi gagal panen seluas 100.000 hektar juga belum cair, padahal dana tersebut sangat dibutuhkan petani untuk modal produksi kembali.
”Bantuan benih tahun ini