KARAWANG, KOMPAS.com - Cikalong, Karawang, bisa menjadi titik kemacetan pada arus mudik nanti jika perbaikan jembatan tak juga selesai. Apalagi ini terletak di jalan utama jalur Pantura. Pada hari biasa saja, kemacetan bisa mencapai 1 sampai 2 jam, bahkan mencapai Ciasem.
Kemacetan tak bisa diprediksi kapan terjadi. Kemacetan bisa terjadi malam atau siang hari. Sebab, satu sisi jalan sebelah utara ditutup untuk perbaikan jembatan. Sehingga, satu jalur jalan dipakai kendaraan dari dua arah dan dilakukan sistem giliran.
Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik 2011 sempat terjebak kemacetan panjang juga di daerah ini. "Kalau sudah macet menyebalkan, Mas. Bisa lama dan sulit terurai," kata seorang sopir angkot di Karawang.
Terkadang ada yang mengatur giliran oleh masyarakat sekitar, sehingga agak rapi. Namun, tak jarang pula tanpa pengatur, sehingga di jembatan itu sering terjadi kekacauan. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.
Jika sudah begitu, banyak kendaraan yang tak sabar, sehingga menggunakan jalur yang bukan miliknya. Ini justru sering menambah kekacauan.
Biasanya bus-bus besar yang nekat menggunakan jalur berlawanan. Makin parah jika kendaraan lain mengikutinya.
Perbaikan jembatan di Cikalong memang mendekati jadi. Namun, sangat dikhawatirkan belum selesai pada bulan Ramadhan nanti sehingga bisa sangat mengganggu arus mudik.
"Pantura sih tak pernah beres. Sejak saya kecil sampai sekarang ada saja yang rusak dan menyebabkan kemacetan parah," kata seorang pembalap sepeda, Marta Murfeni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang