Cikalong Rawan Macet

Kompas.com - 16/07/2011, 05:30 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Cikalong, Karawang, bisa menjadi titik kemacetan pada arus mudik nanti jika perbaikan jembatan tak juga selesai. Apalagi ini terletak di jalan utama jalur Pantura. Pada hari biasa saja, kemacetan bisa mencapai 1 sampai 2 jam, bahkan mencapai Ciasem.

Kemacetan tak bisa diprediksi kapan terjadi. Kemacetan bisa terjadi malam atau siang hari. Sebab, satu sisi jalan sebelah utara ditutup untuk perbaikan jembatan. Sehingga, satu jalur jalan dipakai kendaraan dari dua arah dan dilakukan sistem giliran.

Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik 2011 sempat terjebak kemacetan panjang juga di daerah ini. "Kalau sudah macet menyebalkan, Mas. Bisa lama dan sulit terurai," kata seorang sopir angkot di Karawang.

Terkadang ada yang mengatur giliran oleh masyarakat sekitar, sehingga agak rapi. Namun, tak jarang pula tanpa pengatur, sehingga di jembatan itu sering terjadi kekacauan. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Jika sudah begitu, banyak kendaraan yang tak sabar, sehingga menggunakan jalur yang bukan miliknya. Ini justru sering menambah kekacauan.

Biasanya bus-bus besar yang nekat menggunakan jalur berlawanan. Makin parah jika kendaraan lain mengikutinya.

Perbaikan jembatan di Cikalong memang mendekati jadi. Namun, sangat dikhawatirkan belum selesai pada bulan Ramadhan nanti sehingga bisa sangat mengganggu arus mudik.

"Pantura sih tak pernah beres. Sejak saya kecil sampai sekarang ada saja yang rusak dan menyebabkan kemacetan parah," kata seorang pembalap sepeda, Marta Murfeni.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau