Gowes jurnalistik 2011

Tim Melanjutkan Perjalanan ke Cirebon

Kompas.com - 16/07/2011, 09:38 WIB

PAMANUKAN, KOMPAS.com - Setelah hampir memakan waktu selama 13 jam untuk menempuh perjalanan Jakarta-Pamanukan kemarin, tim Gowes Jurnalistik, Sabtu (16/7/2011) pagi, kembali melanjutkan perjalanan. Selanjutnya, tim penggowes dalam perjalanan yang bertemakan "Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik Jakarta-Surabaya 2011" itu, akan menelusuri sekitar 116 km menuju Kota Udang, Cirebon.

"Semoga kali ini tim bisa sampai di Cirebon sebelum sore, sehingga tidak seperti kemarin" ujar Ketua Panitia Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik Jakarta - Surabaya 2011, Hery Prasetyo sebelum memulai perjalanan dari check point pertama, Hotel Domestic, Pamanukan, Jawa Barat.

Sebelumnya, dalam etape pertama Jakarta-Pamanukan (132 km), tim gowes mengalami sedikit kendala. Terik matahari dan debu sepanjang jalan Kota Bekasi hingga Cikarang yang tidak bersahabat, membuat jadwal tak berjalan lancar.

Semula tim, memperkirakan tiba check point pertama di Pamanukan pukul 16.00 WIB. Namun, karena kondisi tersebut, perkiraan itu pun molor. Hingga pukul 18.30, tim gowes masih berada di Karawang. Setelah melakukan diskusi, akhirnya tim gowes sepakat untuk istirahat, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pamanukan menggunakan kendaraan evakuasi.

"Karena sudah agak malam begini, dan beberapa teman juga kelihatannya sudah lelah," ujar Agustinus Wisnubrata, wartawan Kompas.com yang ikut dalam tur tersebut.

Marta Murfeni, pembalap profesional yang ikut dalam tim Gowes Jurnalistik, menilai keputusan tersebut wajar. "Gak apa apa, mending seperti ini, kita korbankan di awal daripada nanti ditengah-tengah perjalanan kita keok, karena perjalanannya masih sangat jauh," katanya saat istirahat di salah satu tempat makan di Kawarang.

Marta yang pernah juara MTB di Australia, Singapura, Brunei Darussalam, dan di beberapa negara lain itu menambahkan, dalam dunia gowes-menggowes yang terpenting adalah menikmati setiap alur rute perjalanan.

"Biasanya ada memang saat capek dan tidak enak, tapi lama-kelamaan pasti deh kita menikmatinya, walaupun jalan naik turun, belok-belok, dan rusak," kata satu-satunya pebalap yang bisa turun di dua nomor, MTB, dan cross country ini.

Sementara itu, menurut Devino Oktavianus, rekan Marta dalam tim gowes, jalur Pantai Utara (Pantura) memang terkenal dengan medan terjal bagi para penggowes. Bahkan, ia mengaku lebih menyukai jalur Selatan daripada Pantura.

"Kemarin kan setting-annya tur ini dibagi dua, dari Selatan dan Utara. Saya sebenarnya agak lebih suka lewat jalur Selatan, karena kalau di Pantura, debu dan jalanannya masih banyak yang rusak," jelasnya.

Kompas.com mencoba cara unik dalam memantau jalur mudik untuk memberi panduan kepada para perantau yang akan pulang ke kampung halaman pada Lebaran 2011 nanti. Bukannya memakai mobil, tapi Kompas.com melakukannya dengan bersepeda dari Jakarta sampai Surabaya, mulai 15 hingga 24 Juli 2011, didukung produsen alat petualangan, Eiger.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau