Penis Dipotong, Bisakah Disambung Lagi?

Kompas.com - 16/07/2011, 09:42 WIB

KOMPAS.com — Seorang pria asal California Selatan, Amerika Serikat, mungkin menjalani operasi untuk menyambung kembali penisnya setelah dipotong oleh sang istri dan dibuang ke tempat sampah.

Menurut Dr Andrew Kramer, ahli bedah urologi dari University of Maryland Medical Center, jika sebagian besar bagian penisnya masih bisa diselamatkan, penyambungan mungkin dilakukan.

"Seburuk-buruknya penyambungan itu adalah opsi terbaik," kata Kramer yang tidak terlibat dalam penanganan kasus itu.

Agar operasi penyambungan itu sukses, bagian penis yang terpotong harus disimpan dalam es dan idealnya disambung dalam waktu 24 jam. Namun, menurut Kramer, jika penis tidak bisa dipulihkan lagi atau potongannya lebih dari satu bagian, diperlukan pemasangan penis baru.

Pencangkokan penis itu dilakukan dengan mengambil otot, terutama dari lengan atas atau paha, dan dipasangkan di bagian pelvis.

"Otot itu harus terhubung dengan baik supaya mendapat pasokan darah. Kemudian otot itu ditutupi dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh lain," katanya.

Menurut Kramer, penis seperti itu bisa berfungsi secara seksual atau dengan kata lain bisa ereksi. Alat prostetik yang dikenal dengan implan penis bisa dimasukkan ke dalam penis.

"Tetapi secara estetika penis baru ini tidak mirip dengan penis normal," kata Kramer yang memiliki keahlian dalam bidang implan penis dan disfungsi ereksi ini.

Bila bagian ureta yang menghubungkan kandung kemih dengan penis ikut terpotong, diperlukan rekonstruksi juga. Menurut Kramer, biasanya dokter bedah akan merekonstruksinya agak di bawah skrotum. "Ini berarti pria tersebut harus buang air kecil dengan posisi duduk," ujarnya.

Kendati dipasang implan penis, menurut Kramer, seorang pria tetap bisa mencapai kepuasan dalam hubungan seks karena saraf-saraf yang terlibat dalam orgasme masih terhubung.

"Tetapi pria itu tidak bisa ejakulasi. Jika ingin memiliki anak, ia bisa melakukan ekstrak sperma yang diambil dari testisnya dan dilakukan bayi tabung," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau