Wim Berharap Rangking FIFA Indonesia Naik

Kompas.com - 16/07/2011, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih baru tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, berharap agar peringkat FIFA Indonesia dapat segera naik. Menurut Wim, Indonesia punya potensi pemain-pemain hebat, namun selama ini kurang dimaksimalkan karena adanya persengketaan di masa lalu.

Ini terkait dengan pemain-pemain di Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI). PSSI di kepengurusan lama hanya mau memakai pemain dari LSI, sementara pemain-pemain yang punya potensi bagus di LPI, seperti Irfan Bachdim, tak dipanggil.

"Saya tahu ada kesulitan untuk memilih tim terbaik, tapi untuk Indonesia akan sangat menarik jika kita bisa memilih pemain dari semua liga. Jadi, mudah-mudahan semua pemain punya peluang untuk bermain dengan tim nasional. Saya harap semua pemain bersedia main untuk timnas. Karena, itu yang penting bagi masyarakat jika Anda memiliki pemain yang mau bermain untuk timnasnya," kata Wim seusai memimpin latihan timnas di Lapangan C Senayan, Sabtu (16/7/2011).

Tim "Merah Putih" sendiri bulan ini berada di peringkat ke-132 FIFA. Peringkat ini menurun dua tangga dibanding bulan lalu. Di level Asia Tenggara, Indonesia hanya kalah dari Thailand yang menduduki peringkat 123.

"Mudah-mudahan kita bisa naik di rangking FIFA karena itu penting untuk negara seperti Indonesia. Semua pemain (yang ikut pelatnas) pantas masuk tim ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, tapi sekarang semua pemain punya peluang. Tak masalah mereka bermain di mana, atau di klub apa," kata pelatih 59 tahun tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau