Saat Stres, Pria Lebih Mudah Ambil Risiko

Kompas.com - 16/07/2011, 12:49 WIB

KOMPAS.com — Ingin meminta pria mengambil keputusan penting? Sebaiknya jangan pada saat mereka sedang stres, ya. Sebab, penelitian yang dimuat pada jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience membuktikan bahwa pria cenderung ambil risiko saat memutuskan sesuatu di kala mengalami tekanan batin.

"Ketika berada dalam tekanan, pria dan wanita memiliki pola aktivasi otak yang berbeda terhadap pengambilan keputusan," demikian menurut peneliti Nichole Lighthall dari University of Southern California. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari dan relasi dengan orang lain.

Perbedaan ini tidak terlihat dalam kondisi normal. Namun, begitu ada keputusan sulit yang harus diambil dan kondisinya sedang tidak memungkinkan karena adanya paparan stres yang tinggi, perbedaannya akan terlihat sangat jelas. Pria cenderung memutuskan dengan cepat, terkadang mereka mengambil pilihan yang paling berisiko. Sementara wanita justru cenderung mengulur waktu karena ingin memikirkannya lagi secara matang.

Studi ini juga memperlihatkan, keputusan penuh risiko yang diambil pria saat sedang stres ternyata memberi stimulasi terhadap area tertentu di otak sehingga mereka akan mendapatkan rasa puas setelah melakukannya.

"Pada wanita, tidak terlihat adanya dorongan untuk mendapatkan kepuasan seperti itu saat sedang tertekan," kata Lighthall.

Penelitian ini menegaskan hasil penelitian Lighthall sebelumnya, yang memperlihatkan bahwa pria dalam kondisi tertekan cenderung untuk melakukan tindakan berisiko, termasuk di antaranya berjudi, merokok, dan menggunakan narkoba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau