Gowes jurnalistik 2011

Aduk Gentong Keluar Empal

Kompas.com - 16/07/2011, 13:52 WIB

KOMPAS.com — Aroma kaldu empal sapi menggelitik hidung. Sebuah kedai sederhana merayu pelintas jalur pantura. Persisnya di Jalan Raya Eretan, perlintasan dari Indramayu menuju Cirebon. Warung Makan Empal Gentong Ibu Eni itu secara administratif masih masuk Kabupaten Indramayu. Ini hal yang mengherankan. Pasalnya, Empal Gentong adalah kuliner khas Cirebon.

"Saya dapat ide dari kenalan asal Jambang buat bikin Empal Gentong di jalan ini. Soalnya dulu banyak yang nyari, tetapi sepanjang jalan ini enggak ada yang jual," kata Eni, pemilik warung makan itu.

Ia menuturkan, walaupun jarak antara Cirebon dan Indramayu berdekatan, tidak banyak warung yang menjual Empang Gentong di Indramayu. Oleh karena itu, Eni begitu yakin saat membuka warung makan.

"Di sini pasti laku dan memang tiap hari ada saja yang beli. Ini warung saya baru buka beberapa bulan. Lebaran nanti jadi musim mudik pertama warung makan saya," tuturnya. Apalagi di sore hari, sepanjang jalan tempat kedainya buka dipenuhi dengan warung-warung tenda.

Sepintas empal gentong mengingatkan memori akan soto babat. Memang, isi empal gentong adalah usus, babat, dan daging sapi. Kuahnya kental dan beraroma khas. Mengapa disebut gentong? Sederhana saja, kuahnya digodok di dalam gentong. Kayu bakar dipakai untuk memasak kuah. Tak sembarangan, kayu pohon mangga adalah pilihan kayu bakarnya. Apalagi, Indramayu memang terkenal dengan buah mangga.

Daging dan jeroan sapi yang telah dimasak dalam bumbu kuning dipotong-potong kecil. Kemudian, kuah kental dari gentong pun disiram di atasnya. Harumnya saja sudah menerbitkan air liur, apalagi rasanya. Makan siang, makan malam, ataupun selingan di sore hari, empal gentong cocok dimakan di segala waktu. Empal Gentong semakin nikmat disantap dengan gilingan cabai kering. Tak lupa, nasi atau lontong menjadi teman bersantap empal gentong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau