Demokrasi

Dari Istanbul, Oposisi Suriah Tegaskan Perlawanan

Kompas.com - 16/07/2011, 20:29 WIB

KOMPAS.com — Oposisi Suriah mempertegas posisinya. Kelompok itu pada Sabtu (16/7/2011) menggelar pertemuan di Istanbul, Turki, untuk membentuk gerakan bersama menentang kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad. Menurut warta AP dan AFP, para pembicara di pertemuan ini mengatakan, Pemerintah Suriah telah kehilangan legitimasi dan masalah ini harus segera dicarikan jalan keluar.

"Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peta jalan yang akan membawa Suriah keluar dari rezim otoriter menuju tatanan demokrasi," bunyi pernyataan tertulis pihak oposisi.

"Pertemuan ini juga akan menetapkan mekanisme untuk mewadahi tuntutan para pengunjuk rasa di jalan-jalan yang secara jelas ingin mengganti pemerintah saat ini," tambah oposisi.

Maleh (79), pengacara dan pegiat hak asasi manusia, mengatakan, pihaknya memiliki dokumen tentang perubahan-perubahan yang harus diambil Suriah menuju negara demokratis. "Akan kita lihat apakah ada yang keberatan dengan kertas kerja ini. Kami akan menerima masukan dan melanjutkan pembahasan di luar Suriah yang mungkin dilakukan oleh sekitar 15 orang," kata Maleh.

Bayangan

Sebelumnya sempat muncul laporan para tokoh oposisi berniat membentuk pemerintah bayangan. Namun, sepertinya rencana tersebut diurungkan di tengah kekhawatiran lembaga ini akan memonopoli upaya penentangan terhadap rezim di Suriah. Pertemuan ini digelar setelah para pengunjuk rasa menolak tawaran dialog yang diajukan Presiden Assad.

Para tokoh oposisi Suriah telah dua kali menggelar pertemuan di Turki sejak demonstrasi anti-pemerintah pecah Maret lalu. Ribuan warga Suriah juga menyeberang ke Turki untuk menghindari pertumpahan darah.

Turki mendesak Presiden Assad melakukan reformasi, tetapi tidak sampai menuntutnya meletakkan jabatan.

Kendati begitu, kesabaran Turki makin tipis. Bulan lalu Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menuduh Pemerintah Suriah melakukan kejahatan terhadap rakyat.

Ini adalah reaksi paling keras yang dikeluarkan Turki sejauh ini terhadap aksi demonstrasi di Suriah yang telah memakan korban lebih dari 1.400 warga sipil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau