Pencabutan

Daftar Hitam PBB untuk Taliban Berkurang

Kompas.com - 16/07/2011, 21:35 WIB

KOMPAS.com — Usulan itu datang dari Presiden Afganistan Hamid Karzai. Motif utamanya adalah percepatan rekonsiliasi di Negeri Para Mullah tersebut. Alhasil, oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) usulan itu dikabulkan.

Menurut warta AP dan AFP pada Sabtu (16/7/2011), perwujudan dimaksud adalah pencabutan 14 nama mantan pemimpin Taliban Afganistan dari daftar hitam internasional DK PBB. Di antara 14 nama itu ada empat anggota Dewan Perdamaian Tinggi yang dibentuk tahun lalu untuk merintis perundingan dengan Taliban.

Sanksi pertama kali diterapkan pada 1999 ketika Taliban berkuasa. Sanksi internasional itu kemudian diperpanjang setelah serangan 11 September di Amerika Serikat. "Masyarakat dunia menghargai usaha yang dilakukan anggota Dewan Perdamaian bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi," kata Duta Besar Jerman untuk PBB dan pemimpin DK, Peter Wittig.

"Semua warga Afganistan didorong untuk mendukung usaha ini. Pesannya jelas yaitu mendukung perdamaian," kata Wittig menambahkan.

50

Sebetulnya, Pemerintah Afganistan menginginkan pencabutan 50 nama. Mereka telah memberikan dokumen sebagai bukti bahwa orang-orang ini sudah menjadi bagian masyarakat, tetapi DK tetap menolak pencabutan dari daftar hitam. Daftar sanksi terhadap anggota Taliban tersebut masih mencekal dan membekukan aset 123 orang.

Para pengamat memandang Amerika dan NATO menyadari keberhasilan penarikan mundur dari Afganistan harus diikuti penghentian perang dan kompromi politik Pemerintah Afganistan dan Taliban.

Presiden AS Barack Obama mengatakan, 10.000 tentara AS akan ditarik tahun ini dan 23.000 tentara lainnya akan ditarik akhir September 2012. Dalam 10 tahun ini, jumlah korban sipil dan militer tercatat yang tertinggi. Tahun lalu lebih dari 2.400 warga sipil tewas.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau