CAMPANA, JUMAT -
Brasil mulai memperlihatkan taji saat memukul Ekuador 4-2, Rabu lalu. Namun, Paraguay bukanlah Ekuador. Pada penyisihan Grup B, Brasil dan Paraguay bermain imbang 2-2 setelah Brasil diselamatkan Fred melalui gol pada menit-menit terakhir.
Dua gol kemasukan Brasil saat itu disebabkan kelemahan bek kanan Daniel Alves. Masalah itu telah coba diperbaiki Pelatih Mano Menezes dengan mengganti Alves dengan Maicon. Meski demikian, melawan tim sealot Paraguay, mereka tak boleh membuat kesalahan sedikit pun jika tak ingin terganjal di babak ini.
”Laga ini bakal keras dan berbeda dari laga terakhir sebelumnya. Kali ini, tak boleh ada kesalahan. Akan tetapi, kami yakin, kami bakal menang,” kata Alexandre Pato, striker Brasil.
Menezes diperkirakan mempertahankan formasi saat timnya memukul Ekuador, minus bek tengah Thiago Silva yang cedera otot paha kanan. Dalam latihan Jumat lalu, Menezes merancang tim lapis keduanya agar meniru gaya permainan Paraguay ketika diduelkan lawan tim utamanya.
Dengan gaya permainan Paraguay yang kokoh dalam bertahan, Menezes sadar, dua ujung tombaknya (Pato dan Neymar) bakal tidak diberi banyak ruang. Karena itu, Robinho dan playmaker Ganso diharapkan untuk rutin dan gencar menyuplai bola-bola serangan.
Namun, rencana skema tersebut sudah dibaca Pelatih Paraguay Gerardo Martino. Ia menegaskan, bukan Neymar yang paling berbahaya di tubuh Brasil, melainkan Ganso.
”Kami secara tradisional tampil bagus jika lawan tim-tim lebih kuat,” kata Martino, yang mundur setelah turnamen ini. ”Penting bagi kami tak banyak memberi ruang bagi dia (Ganso).”
Martino tertantang meloloskan Paraguay ke semifinal dan membawa negeri itu juara Copa Amerika pertama kali sejak 1979. Namun, Paraguay terancam tidak diperkuat striker Roque Santa Cruz yang cedera otot kaki saat Paraguay ditahan Venezuela 3-3.
Jika Cruz benar absen, lini depan Paraguay bertumpu pada Nelson Haedo Valdez. Bagi Brasil, absennya Cruz seolah membuat impas dengan tidak tampilnya Silva. Posisi Silva bakal diisi bek Benfica, Luisao, atau bek Chelsea, David Luiz, yang akan berpartner dengan kapten Lucio.
Sebelum Lucio dipanggil, Manezes biasa memasang Silva dan Luiz. Luisao belum banyak diberi kesempatan tampil oleh Menezes, tetapi ia memiliki pengalaman tampil pada dua Copa terakhir, yang dimenangi Brasil.
Satu laga perempat final lainnya, yakni Cile versus Venezuela di San Juan, yang hanya berjarak sekitar 130 kilometer dari Pegunungan Andes, perbatasan dengan Cile. Suporter Cile dipastikan bakal memadati stadion.
”Semua orang kini mengubah cara pandangnya terhadap Venezuela. Mereka berkembang pesat,” ujar Claudio Borghi, Pelatih Cile.