Paraguay Lebih Waspadai Ganso

Kompas.com - 17/07/2011, 04:18 WIB

CAMPANA, JUMAT - Setelah bangkit saat melawan Ekuador, Brasil percaya diri mengatasi Paraguay di perempat final Copa Amerika di La Plata, Minggu (17/7), atau Senin pagi WIB. Namun, Pelatih Paraguay Gerardo Martino sudah mengantongi resep mempersulit Brasil, yakni mematikan Ganso.

Brasil mulai memperlihatkan taji saat memukul Ekuador 4-2, Rabu lalu. Namun, Paraguay bukanlah Ekuador. Pada penyisihan Grup B, Brasil dan Paraguay bermain imbang 2-2 setelah Brasil diselamatkan Fred melalui gol pada menit-menit terakhir.

Dua gol kemasukan Brasil saat itu disebabkan kelemahan bek kanan Daniel Alves. Masalah itu telah coba diperbaiki Pelatih Mano Menezes dengan mengganti Alves dengan Maicon. Meski demikian, melawan tim sealot Paraguay, mereka tak boleh membuat kesalahan sedikit pun jika tak ingin terganjal di babak ini.

”Laga ini bakal keras dan berbeda dari laga terakhir sebelumnya. Kali ini, tak boleh ada kesalahan. Akan tetapi, kami yakin, kami bakal menang,” kata Alexandre Pato, striker Brasil.

Menezes diperkirakan mempertahankan formasi saat timnya memukul Ekuador, minus bek tengah Thiago Silva yang cedera otot paha kanan. Dalam latihan Jumat lalu, Menezes merancang tim lapis keduanya agar meniru gaya permainan Paraguay ketika diduelkan lawan tim utamanya.

Dengan gaya permainan Paraguay yang kokoh dalam bertahan, Menezes sadar, dua ujung tombaknya (Pato dan Neymar) bakal tidak diberi banyak ruang. Karena itu, Robinho dan playmaker Ganso diharapkan untuk rutin dan gencar menyuplai bola-bola serangan.

Ganso kunci tim Brasil

Namun, rencana skema tersebut sudah dibaca Pelatih Paraguay Gerardo Martino. Ia menegaskan, bukan Neymar yang paling berbahaya di tubuh Brasil, melainkan Ganso.

”Kami secara tradisional tampil bagus jika lawan tim-tim lebih kuat,” kata Martino, yang mundur setelah turnamen ini. ”Penting bagi kami tak banyak memberi ruang bagi dia (Ganso).”

Martino tertantang meloloskan Paraguay ke semifinal dan membawa negeri itu juara Copa Amerika pertama kali sejak 1979. Namun, Paraguay terancam tidak diperkuat striker Roque Santa Cruz yang cedera otot kaki saat Paraguay ditahan Venezuela 3-3. 

Jika Cruz benar absen, lini depan Paraguay bertumpu pada Nelson Haedo Valdez. Bagi Brasil, absennya Cruz seolah membuat impas dengan tidak tampilnya Silva. Posisi Silva bakal diisi bek Benfica, Luisao, atau bek Chelsea, David Luiz, yang akan berpartner dengan kapten Lucio. 

Sebelum Lucio dipanggil, Manezes biasa memasang Silva dan Luiz. Luisao belum banyak diberi kesempatan tampil oleh Menezes, tetapi ia memiliki pengalaman tampil pada dua Copa terakhir, yang dimenangi Brasil.

Satu laga perempat final lainnya, yakni Cile versus Venezuela di San Juan, yang hanya berjarak sekitar 130 kilometer dari Pegunungan Andes, perbatasan dengan Cile. Suporter Cile dipastikan bakal memadati stadion.

”Semua orang kini mengubah cara pandangnya terhadap Venezuela. Mereka berkembang pesat,” ujar Claudio Borghi, Pelatih Cile. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau