Kebutuhan pokok

Pemkot Sukabumi Siapkan Operasi Pasar

Kompas.com - 17/07/2011, 21:07 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Dua pekan menjelang bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti sayur-mayur dan daging merangkak naik. Untuk mengendalikan kenaikan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi siap menggelar operasi pasar.

Sudah sekitar seminggu ini harga bawang merah Rp 14.000 per kilogram. Harga sebelumnya Rp 8.000 per kilogram. "Jumlah pembeli tidak berpengaruh, mereka hanya mengeluh saja," kata Kuswara (44), pedagang sayur-mayur di Pasar Gudang, Kota Sukabumi, Minggu (17/7/2011).

Harga kentang yang dijual Kuswara juga sudah naik Rp 2.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. Kentang yang didatangkan dari pegunungan Dieng itu kini sudah Rp 9.000. Menurut Kuswara, kenaikan harga kentang itu terkait dengan isu gas beracun di dataran tinggi Dieng. Sebaliknya, harga cabe rawit turun drastis dari Rp 40.000 per kilogram jadi Rp 10.000 per kilogram.

Kemungkinan harga terus naik saat bulan Ramadhan. Jumlah pembeli saja bisa mengalami peningkatan sampai 50 persen. "Tetapi kalau barang tersedia, harga tidak naik," lanjut Kuswara.

Harga daging sapi saat ini Rp 62.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 60.000 pada pekan lalu. Pedagang memperkirakan, harga daging sapi pada masa puasa tahun ini akan lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kan tidak ada sapi impor dari Australia. "Jadi mungkin saja pasokan sapi lebih sedikit, sedangkan kebutuhan meningkat," kata Natawijaya, pedagang daging sapi di Pasar Gudang, Kota Sukabumi.

Deni (29), pedagang sapi di pasar yang sama mengatakan, pembeli sebenarnya lebih suka mengkonsumsi daging sapi lokal karena kualitasnya lebih bagus. Dagingnya tidak selembek daging impor dari Australia. "Harga daging sapi lokal pun lebih tinggi. Biasanya, beberapa pedagang mencampur daging sapi lokal dengan sapi impor untuk memurahkan harga bagi pembeli," kata Deni.

Batas wajar

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad mengatakan stok kebutuhan pokok untuk bulan Ramadhan masih aman. "Masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan pasokan kebutuhan pokok," ujarnya.

Menanggapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang sudah terjadi, Dudi menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam taraf wajar. Saat ini kenaikannya belum melebihi 20 persen, jadi dianggap masih wajar. "Kalaupun kenaikan sudah di atas batas itu, kami siap menggelar operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Dudi.

Wali Kota Sukabumi, Muslich Abdussyukur menyatakan telah membentuk Satgas Sembako untuk mengontrol harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar. "Keberadaan satgas ini diharapkan bisa mengurangi permainan harga oleh tengkulak, dan menjaga agar tidak sampai terjadi peniumbunan komoditas," kata Muslich.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau