SURABAYA, KOMPAS.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk berhemat dalam mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena serapan pasar provinsi ini melebihi kuota Pertamina.
"Kami juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PT Pertamina Region V (Persero) untuk mewaspadai lonjakan kebutuhan BBM," kata Sekretaris TPID Jatim, M Ardi, di Surabaya, Minggu (17/7/2011) menanggapi habisnya jatah BBM subsidi Jatim.
Menurut dia, kondisi paling rawan terhadap lonjakan konsumsi BBM bersubsidi yakni selama Bulan Puasa Ramadhan sampai Idul Fitri 1432 Hijriah menyusul kebutuhan pasar BBM subsidi meningkat dibandingkan dengan kondisi normal.
"Bahkan, sampai sekarang saja, kuota BBM bersubsidi di Jatim melebihi 5 persen dari situasi normal," ujarnya.
Selain itu, saran dia, pengguna BBM bersubsidi di Jatim menghindari aksi borong atau panic buying sehingga ketersediaan komoditas tersebut dapat stabil.
"Kami minta masyarakat menggunakan BBM bersubsidi dengan sangat bijak dan tidak berlebihan," katanya.
Ia juga berharap, masyarakat tidak beralih peran menjadi penimbun BBM bersubsidi sehingga jumlah spekulan di Jatim semakin bertumbuh.
"Kalau banyak penimbun baru mulai bermunculan, kondisi itu sangat membahayakan ketersediaan BBM bersubsidi di pasar," katanya.
Walau BBM bersubsidi jarang menjadi indikator Indeks Harga Konsumen (inflasi), ia khawatir, ketika ketersediaan BBM bersubsidi mencapai titik kosong, maka masyarakat akan membelinya dengan ketentuan rata-rata harga melebihi kondisi normal.
"Jika situasi tersebut terjadi, arus uang yang dikeluarkan masyarakat lebih tinggi dibanding dengan pembelian BBM dengan harga standar," katanya.
Setelah itu, ketika arus uang yang dikeluarkan untuk alokasi BBM semakin meningkat, maka potensi inflasi sangat besar terealisasi. "Bahkan, angka inflasi tersebut diprediksi meningkat dibandingkan pada masa stabil," katanya.
Menyikapi habisnya jatah BBM subsidi di Jatim, External Relation Manager PT Pertamina Region V (Persero), Eviyanti Rofraidah, membenarkan, kini jatah untuk Jatim sudah habis.
"Akan tetapi, kami jamin stok BBM bersubsidi yang dikirim ke Jatim tetap terkirim sesuai permintaan," katanya.
Untuk itu, ia meminta, Pemerintah Provinsi Jatim ikut mengawasi alur distribusinya tak ada penumpukan BBM bersubsidi maupun kekurangan stok saat Idul Fitri 1432 Hijriah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang