Direktur Utama PT Financorpindo Nusa Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Minggu (17/7), mengatakan, fluktuasi pergerakan IHSG mengikuti pola pergerakan di bursa global yang fluktuatif, tetapi dengan kecenderungan menguat. Kondisi ini mirip-mirip dengan pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu yang cenderung menguat di tengah lesunya indeks di pasar global.
Akhir pekan lalu, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun dengan sentimen negatif datang dari komentar The Fed atas kemungkinan penundaan kebijakan stimulus di Amerika Serikat selanjutnya. Indeks FTSE 100 di London juga ditutup turun. Sementara Indeks Nikkei 225 ditutup naik setelah yen melemah sehingga mendorong investor membeli kembali saham-saham eksportir.
”Tetap ada kecenderungan menguat dengan dominan didukung sektor perbankan dan infrastruktur. Sebenarnya komoditas juga menarik, namun masih sangat dipengaruhi harga komoditas dunia,” kata Edwin.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, sepanjang pekan lalu kinerja IHSG terdongkrak oleh penguatan harga saham-saham di tiga sektor. Yakni, aneka industri yang ditutup di level 1.278,437 atau naik 4,09 persen, manufaktur (ditutup 961,065 atau naik 1,68 persen), dan perbankan (ditutup 532,04 atau naik 1,24 persen). Sektor yang memperlemah adalah pertambangan (sekitar 1,71 persen). Pekan lalu, IHSG naik sekitar 0,49 persen di level 4.023,202, sementara Indeks Kompas100 naik sekitar 0,20 persen di level 922,084.
Managing Partner Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky menyatakan, menarik mencermati pergerakan saham-saham perbankan dan beberapa saham yang ditengarai berada dalam penguasaan hedge funds
asing, seperti saham-saham di grup Bakrie, Astra, Medco, Sinarmas, dan Lippo.
”Pola fluktuasi saham perbankan dan grup-grup itu umumnya akan memengaruhi IHSG. Saham perbankan menjadi semacam ’jalan masuk’ untuk mengarahkan psikologi pasar,” kata Yanuar.
Pola pergerakan IHSG biasanya sejalan dengan pergerakan perdagangan oleh investor asing yang masuk ke bursa melalui sekuritas-sekuritas asing. Sepanjang pekan lalu, asing mencatat pembelian bersih Rp 63,896 miliar. Pada Jumat lalu, empat sekuritas asing masuk dalam lima pihak teraktif di bursa, yakni Deutsche Securities (Rp 734 miliar), JP Morgan (Rp 651 miliar), Credit Suisse (Rp 585 miliar), dan CIMB (Rp 538 miliar).
Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, pekan lalu menegaskan, IHSG akan terus naik, yang akhir tahun diperkirakan mencapai level 4.400. Kondisi itu akan tercapai dengan asumsi korporasi terus mendulang laba, yang tumbuh 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
”Korporasi tumbuh pesat selama lima tahun ini. Hal ini dengan sendirinya akan menopang IHSG,” katanya.