Daya Tarik Bank dan Infrastruktur

Kompas.com - 18/07/2011, 02:56 WIB

Jakarta, Kompas - Saham-saham di sektor perbankan dan infrastruktur bakal menjadi penyokong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ke depan. IHSG pada akhir perdagangan pekan lalu mencatat rekor 4.023,202. Indeks diperkirakan masih fluktuatif berkenaan aksi ambil untung dan pengaruh ekonomi global.

Direktur Utama PT Financorpindo Nusa Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Minggu (17/7), mengatakan, fluktuasi pergerakan IHSG mengikuti pola pergerakan di bursa global yang fluktuatif, tetapi dengan kecenderungan menguat. Kondisi ini mirip-mirip dengan pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu yang cenderung menguat di tengah lesunya indeks di pasar global.

Akhir pekan lalu, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun dengan sentimen negatif datang dari komentar The Fed atas kemungkinan penundaan kebijakan stimulus di Amerika Serikat selanjutnya. Indeks FTSE 100 di London juga ditutup turun. Sementara Indeks Nikkei 225 ditutup naik setelah yen melemah sehingga mendorong investor membeli kembali saham-saham eksportir.

”Tetap ada kecenderungan menguat dengan dominan didukung sektor perbankan dan infrastruktur. Sebenarnya komoditas juga menarik, namun masih sangat dipengaruhi harga komoditas dunia,” kata Edwin.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, sepanjang pekan lalu kinerja IHSG terdongkrak oleh penguatan harga saham-saham di tiga sektor. Yakni, aneka industri yang ditutup di level 1.278,437 atau naik 4,09 persen, manufaktur (ditutup 961,065 atau naik 1,68 persen), dan perbankan (ditutup 532,04 atau naik 1,24 persen). Sektor yang memperlemah adalah pertambangan (sekitar 1,71 persen). Pekan lalu, IHSG naik sekitar 0,49 persen di level 4.023,202, sementara Indeks Kompas100 naik sekitar 0,20 persen di level 922,084.

Managing Partner Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky menyatakan, menarik mencermati pergerakan saham-saham perbankan dan beberapa saham yang ditengarai berada dalam penguasaan hedge funds

asing, seperti saham-saham di grup Bakrie, Astra, Medco, Sinarmas, dan Lippo.

”Pola fluktuasi saham perbankan dan grup-grup itu umumnya akan memengaruhi IHSG. Saham perbankan menjadi semacam ’jalan masuk’ untuk mengarahkan psikologi pasar,” kata Yanuar.

Pola pergerakan IHSG biasanya sejalan dengan pergerakan perdagangan oleh investor asing yang masuk ke bursa melalui sekuritas-sekuritas asing. Sepanjang pekan lalu, asing mencatat pembelian bersih Rp 63,896 miliar. Pada Jumat lalu, empat sekuritas asing masuk dalam lima pihak teraktif di bursa, yakni Deutsche Securities (Rp 734 miliar), JP Morgan (Rp 651 miliar), Credit Suisse (Rp 585 miliar), dan CIMB (Rp 538 miliar).

Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, pekan lalu menegaskan, IHSG akan terus naik, yang akhir tahun diperkirakan mencapai level 4.400. Kondisi itu akan tercapai dengan asumsi korporasi terus mendulang laba, yang tumbuh 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

”Korporasi tumbuh pesat selama lima tahun ini. Hal ini dengan sendirinya akan menopang IHSG,” katanya. (BEN/IDR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau