JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia, Don P Utoyo, meyakinkan bahwa stok daging ayam cukup untuk masa menjelang dan saat Lebaran. Adapun kenaikan harga yang terjadi belakang ini, bukan sebagai gejolak harga.
"Stok (daging ayam) sudah amat cukup. Kita bahkan sempat menyatakan kalaupun daging Australia, untuk sapi dan dagingnya di-stop, ayam hanya memperpanjang dua atau tiga hari saja. Itu bisa menutupi daging sapi," ujar Don, di Bogor, Senin ( 18/7/2011 ).
Adanya kenaikan harga di pasar, ia menuturkan, ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Ia menyebutkan, sejumlah rangkaian kegiatan, seperti liburan sekolah dan persiapan menjelang Lebaran, dapat menyebabkan harga daging ayam dan telur naik.
"Barangkali nanti setelah puasa ada sedikit turun lagi. Dan, baru akan naik lagi tiga-empat kali lipat (pada) dua-tiga hari sampai satu hari sebelum Lebaran," tambahnya.
Jadi kenaikan harga, lanjut dia, jangan dianggap sebagai gejolak harga.
Terhadap hal ini, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyebutkan, kenaikan harga adalah kenaikan musiman karena permintaan yang naik. "Kenaikan biasanya nanti turun lagi. Bisa dilihat polanya dari tahun ke tahun, itu hampir sama. Naik saat menjelang puasa, dan saat puasa. Setelah Lebaran turun lagi," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang