Kriminalitas

Kelabui Petugas, Plastik Sabu Ditelan

Kompas.com - 18/07/2011, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang pengedar narkoba jenis sabu asal Iran, yakni MA, MDZ, dan SK ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya karena kedapatan berusaha mengedarkan barang haram itu di Jakarta dan wilayah lain di Indonesia. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 1 kilogram sabu sebagai barang bukti.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, mengatakan, dalam melancarkan aksinya kawanan yang diduga bagian dari jaringan internasional narkoba Iran-Indonesia ini pandai menipu petugas di bandara. Mereka sukses mengelabui petugas bandara di Iran hingga terbang menggunakan Qatar Airlines sampai di Bandara Soekarno-Hatta.

"Mereka juga lolos di Bandara Soekarno-Hatta," ucap Nugroho, Senin (18/7/2011), di Polda Metro Jaya.

Ketiga tersangka itu menyelundupkan sabu dengan cara memasukkan sabu seberat 1 kilogram ke dalam 159 kantong-kantong halus. Oleh tersangka, kantong itu lalu ditelan masuk ke dalam perut.

"Barang bukti ini dibawa ke Indonesia melalui pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta, sabu dalam plastik dimasukan (ditelan) ke perut," Nugroho menjelaskan.

Tersangka MA menelan 80 kantong dan MDZ sebanyak 79 kantong. "Dengan cara itu mereka lolos dari bandara. Dengan cara ini pula, kawanan ini sempat lolos menyelundupkan narkotika seberat 1 kilogram beberapa waktu lalu," ujar Nugroho.

Namun, dalam aksi keduanya tersebut, polisi berhasil menggagalkannya. Polisi menggerebek sebuah kamar hotel yang ditempati ketiganya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada tanggal Jumat (8/7/2011) lalu.

"Saat itu mereka sedang mengeluarkan sabunya. Saat sedang mengeluarkan narkoba, polisi menangkap tersangka," ungkap Nugroho.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau