Pilkada aceh 2011

73 Pasang Calon Independen Tolak Penundaan

Kompas.com - 18/07/2011, 18:06 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Tak setuju akan pernyataan partai politik di Aceh yang meminta penundaan pelaksanaan pemilukada, sebanyak 73 pasangan calon perseorangan kepala daerah di Aceh juga membuat deklarasi pernyataan yang menolak usulan usulan penundaan Pilkada 2011.

Para calon independen untuk gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakilwalikota ini tergabung dalam persaudaraan calon perseorangan seluruh Aceh.

Dari para calon yang hadir, terlihat juga Gubernur Aceh selaku incumbent yang juga mengajukan kembali sebagai calon gubernur Aceh yang maju melalui jalur perseorangan.

“Tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan pemilukada, dan kami juga kan menyerahkan pernyataan sikap ini kepada Presiden SBY,” ujar Ghazali Abbas Adan selaku juru bicara persaudaraan calon perseorangan seluruh Aceh, usai memimpin deklarasi di Banda Aceh, Senin (18/7/2011).

Ghazali mengatakan tidak ada alasan cukup untuk menunda pelaksanaan Pilkada di Aceh, karena situasi keamanan serta keuangan untuk penyelenggaraan pemilukada sudah mencukupi.

Sri Wahyuni seorang kandidat calon bupati perseorangan asal Kabupaten Bener Meriah, mengatakan aksi pernyataan sikap ini merupakan aksi moral untuk mempertahankan aspirasi masyarakat yang menginginkan jalannya demokrasi.

“Kalau calon independen atau perseorangan ini tidak diperbolehkan maju, tentunya aspirasi masyarakat juga akan terpasung, da ini tentu akan berdampak bagi proses pembelajaran demokrasi yang sebenarnya sudah baik di masyarakat di aceh,” ujar Sri Wahyuni.

Diakhir pertemuan, para calon kepala daerah yang menempuh jalur perseorangan ini mendeklarasikan sikap mereka. Deklarasi tersebut berisikan Pernyataan sikap yang di antaranya menyebutkan, menyatakan mendukung pemilukada sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, secara demokratis, adil dan sesuai perundag-undangan yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia.

Menyerukan kepada semua partai politik lokal dan nasional serta semua pihak untuk mementingkan kepentingan rakyat banyak diatas kepentingan kelompok dan menghentikan polemik yang tidak menguntungkan rakyat.

Sebelumnya sebanyak 16 partai politik lokal dan nasional di Aceh meminta agar pelaksanaan pemilukada ditunda pelaksanaannya. Dan pernyataan ini dituangkan dalam sebuah surat yang juga direncanakanakan diserahkan kepada Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau