LA PLATA, SENIN -
Tumbangnya kekuatan raksasa sepak bola, Brasil, seolah menegaskan ulang judul artikel utama majalah FourFourTwo edisi Juli 2011 yang secara provokatif mencanangkan ”Matinya Brasil”. ”Untuk pertama kali sepanjang ingatan, Brasil tidak punya pemain menyerang kelas dunia. Tak satu pun,” tulis FourFourTwo.
”Alih-alih semua pemain terbaik mereka adalah bek, ya bek! Sepak bola Brasil seperti yang kita tahu selama ini secara resmi telah mati.” Sepanjang perhelatan Copa kali ini, dari empat laga, Brasil hanya menang sekali, yakni menang 4-2 atas Ekuador.
Kemenangan itu seperti akan menandai bangkitnya tim asuhan pelatih Mano Menezes yang dua laga sebelumnya ditahan Venezuela 0-0 dan Paraguay 2-2. Akan tetapi, momentum itu ternyata hanyalah awal kematian mereka.
Pada pertemuan keduanya lawan Paraguay di perempat final, Brasil seri lagi 0-0 hingga babak perpanjangan waktu dan harus diakhiri dengan adu penalti.
Sangat menyedihkan, tak satu pun dari empat penendang Brasil berhasil dalam eksekusinya.
Bola tendangan Thiago Silva dan Elano diblok kiper Paraguay, Justo Villar, sementara Andre Santos dan Fred juga gagal.
Penendang pertama Paraguay, Edgar Barreto, juga gagal. Marcelo Estigarribia dan Cristian Riveros, dua penendang berikutnya, sukses dan memastikan tiket Paraguay ke semifinal. ”Adu penalti itu lotre. Pemain kami melakukannya lebih baik, mereka (Brasil) gagal,” kata Villar.
”Brasil seharusnya sudah menang, mungkin dalam 90 menit,” kata Gerardo Martino, pelatih Paraguay yang asal Argentina itu. ”Kami mampu menggagalkan dua bola peluang emas dan kiper kami menggagalkan peluang-peluang lainnya.”
Brasil mendominasi penguasaan bola dan lebih unggul dalam permainan daripada Paraguay, yang lebih banyak bertahan dan mencoba serangan-serangan balik. Tak satu pun serangan itu menjebol gawang hingga adu penalti. ”Kami kalah dari tim yang sebelumnya tidak pernah memenangkan laga dan kini lolos ke semifinal,” kata Menezes. ”Itulah sepak bola dan kami harus belajar hidup dalam situasi itu untuk menghindari kompromi dalam kerja yang telah kami lakukan.”
Di semifinal, Rabu (20/7) atau Kamis pagi WIB, Paraguay bakal menghadapi Venezuela yang secara mengejutkan melibas Cile 2-1 (1-0) di San Juan. Satu semifinal lain mempertemukan semifinalis Piala Dunia 2010 Uruguay versus Peru, Selasa waktu setempat atau Rabu pagi WIB.
Dipastikan bakal lahir juara baru dalam 16 tahun terakhir. Sejak Uruguay juara 1995, trofi Copa Amerika direbut Brasil empat kali dan Kolombia sekali. Juara baru itu bakal tampil di Piala Konfederasi 2013 di Brasil.