HAMAMATSU, KOMPAS.com - Hubungan Suzuki dan Volkswagen (VW) retak, pasca akuisisi kepemilikan 20 persen saham (Suzuki oleh VW) senilai 2,5 miliar dollar AS, Desember 2009. Suzuki Executive Vice President Yasuhito Harayama mengatakan, ikatan yang dijalankan kedua perusahaan perlu segera disusun ulang agar tercipta kesetaraan.
Harayama menambahkan bahwa sudah 18 bulan sejak akuisisi saham belum ada kemajuan dari kerjasama kedua perusahaan. Ia juga menolak ada gagasan dari VW untuk bisa mempengaruhi manajemen Suzuki. "Sangat jelas pada kesepakatan awal dengan Volkswagen, kami tak mau berkonsolidasi dan tetap independen. Kami merasa perlu kembali ke titik awal, termasuk membicarakan rasio kepemilikan (saham). Karena sesuai kesepakatan awal, mitra setara menjadi persyaratan mutlak dalam kerja sama," jelas Harayama seperti dilansir reuters (18/7).
Osamu Suzuki, CEO Suzuki menekankan dalam kesepekatan awal sudah jelas kerjasama yang dibina adala mitra setara dan membatasi kepemilikan saham VW hanya 19,9 persen. Sebaliknya, Suzuki juga bertahap membeli kepemilikan saham di VW sebagai bagian dari kesepakatan bersama. Nyatanya, sampai kini realitasnya belum terwujud.
Harayama memastikan pihaknya membuka kesempatan bekerjasama dengan merek lain. Bulan lalu, Suzuki membeli pasokan mesin 1.6 liter diesel dari Fiat untuk mobil yang diproduksi di Hungaria. "Ini bukti kami bisa bekerjasama dengan pihak lain tanpa bantuan VW," jelas Harayama.
Melihat kondisi yang makin panas, VW berkomentar tak akan mendekati otonomi yang dimiliki Suzuki. Hans Demant dari VW menepis kekhawatiran ada ambisi lebih dari VW terhadap Suzuki. "Volkswagen dan Suzuki akan tetap menjadi dua perusahaan independen. Tak akan ada penambahan saham oleh VW dan itu sudah disepakati bersama," jelas Demant.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang