Walah, Hubungan Suzuki-Volkswagen Retak

Kompas.com - 19/07/2011, 10:22 WIB

HAMAMATSU, KOMPAS.com - Hubungan Suzuki dan Volkswagen (VW) retak, pasca akuisisi kepemilikan 20 persen saham (Suzuki oleh VW) senilai 2,5 miliar dollar AS, Desember 2009. Suzuki Executive Vice President Yasuhito Harayama mengatakan, ikatan yang dijalankan kedua perusahaan perlu segera disusun ulang agar tercipta kesetaraan.

Harayama menambahkan bahwa sudah 18 bulan sejak akuisisi saham belum ada kemajuan dari kerjasama kedua perusahaan. Ia juga menolak ada gagasan dari VW untuk bisa mempengaruhi manajemen Suzuki. "Sangat jelas pada kesepakatan awal dengan Volkswagen, kami tak mau berkonsolidasi dan tetap independen. Kami merasa perlu kembali ke titik awal, termasuk membicarakan rasio kepemilikan (saham). Karena sesuai kesepakatan awal, mitra setara menjadi persyaratan mutlak dalam kerja sama," jelas Harayama seperti dilansir reuters (18/7).

Osamu Suzuki, CEO Suzuki menekankan dalam kesepekatan awal sudah jelas kerjasama yang dibina adala mitra setara dan membatasi kepemilikan saham VW hanya 19,9 persen. Sebaliknya, Suzuki juga bertahap membeli kepemilikan saham di VW sebagai bagian dari kesepakatan bersama. Nyatanya, sampai kini realitasnya belum terwujud.

Harayama memastikan pihaknya membuka kesempatan bekerjasama dengan merek lain. Bulan lalu, Suzuki membeli pasokan mesin 1.6 liter diesel dari Fiat untuk mobil yang diproduksi di Hungaria. "Ini bukti kami bisa bekerjasama dengan pihak lain tanpa bantuan VW," jelas Harayama.

Melihat kondisi yang makin panas, VW berkomentar tak akan mendekati otonomi yang dimiliki Suzuki. Hans Demant dari VW menepis kekhawatiran ada ambisi lebih dari VW terhadap Suzuki. "Volkswagen dan Suzuki akan tetap menjadi dua perusahaan independen. Tak akan ada penambahan saham oleh VW dan itu sudah disepakati bersama," jelas Demant.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau