BEIJING, SELASA -
Demikian pernyataan Pemerintah China di Beijing, Selasa (18/7).
Polisi di Xinjiang menembaki beberapa perusuh yang merangsek ke pos polisi di kota kecil Hotan. Kerusuhan itu merupakan yang terburuk di Xinjiang yang didiami orang Uighur dalam satu tahun terakhir ini.
Hou Hanmin, Kepala Informasi Provinsi Xinjiang, mengatakan, ada serangan teroris. ”Perusuh membawa senjata dan granat. Pertama-tama, mereka masuk ke kantor industri dan perdagangan daerah setempat, lalu pergi ke biro perpajakan yang dekat dengan pos polisi. Ada dua orang terluka di sana,” kata Hou. Penyerang membakar pos polisi sebelum membunuh tawanan ketika bentrok dengan polisi bersenjata, kata Hou lagi.
Menurut kelompok Uighur di pengasingan, ada 20 orang Uighur yang terbunuh dalam kerusuhan tersebut. Kelompok itu juga mengatakan, pemerintah sedang membangkitkan amarah warga Uighur dan menuduh ada pemblokiran informasi tentang kerusuhan berdarah tersebut.
Badan sensor China memblokir mesin pencari pada Sina Weibo, mikroblog seperti Twitter. Selain itu, jika mencari kata ”kerusuhan Xinjiang” dan ”Hotan”, akan muncul peringatan bahwa menurut hukum, dan kebijakan yang berlaku, hasil pencarian tidak dapat ditampilkan.
Kongres Uighur, yang berbasis di Jerman, mengutip sumber di Xinjiang, mengatakan, pasukan keamanan memukuli 14 orang hingga tewas dan menembak 6 orang lainnya selama kerusuhan tersebut.
”Otoritas China seharusnya segera menghentikan tekanan sistematis agar menghindari eskalasi suhu politik,” ujar juru bicara kelompok, Dilxat Raxit.
Ia mengatakan, kerusuhan terjadi karena ada sekelompok orang Uighur yang berupaya mendesak polisi agar membebaskan kerabat mereka yang ditahan.
Situasi di Hotan, salah satu kota terkenal sebagai Jalur Sutra di masa lalu, tetap tegang. Polisi masih berjaga-jaga dan banyak selebaran anti-China yang diedarkan.
Xinjiang menjadi kawasan kekerasan dalam beberapa tahun belakangan ini. Suku minoritas Uighur semakin menolak dominasi suku mayoritas Han di kawasan itu. Kerusuhan terhebat sempat terjadi di ibu kota Urumqi pada Juli 2009.