Mafia pajak

Gayus: Saya Cuma Cium Bau-baunya

Kompas.com - 20/07/2011, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Panja Mafia Pajak mensinyalisasi ada sekelompok orang yang bermain di balik kasus mafia pajak dengan terpidana Gayus Halomoan Tambunan. Apalagi, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu dianggap memiliki posisi yang hanya menjalankan tugas dan tidak memiliki kapasitas dalam urusan yang lebih besar. 

Ternyata, hal itu juga yang dirasakan Gayus. Namun, Gayus mengaku tak tahu siapa yang memanfaatkan kasusnya tersebut. Hal ini disampaikan Gayus saat memberikan keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Panja Mafia Pajak di Komisi III DPR, Rabu (20/7/2011). "Saya tidak punya power ini ataupun itu. Itulah saya heran, pasti ada yang setting semua ini. Namun, saya tidak tahu siapa. Saya paling hanya mencium bau-baunya saja," ujar Gayus. 

Ia kemudian mengungkapkan keganjalan-keganjalan yang dirasakannya selama kasusnya bergulir. Seperti pihak keimigrasian yang meloloskannya di bandara ketika ia berangkat ke luar negeri. Padahal, kepergiannya sudah dicegah secara resmi. "Saya heran Pak, seperti imigrasi bandara. Harusnya saya tidak boleh lewat, tapi kenapa saya dilewatkan begitu saja. Saya tidak tahu kenapa begitu. Seperti kasus paspor. Tidak tahu kenapa setelah muncul surat pembaca di Kompas, tiba-tiba muncul gambarnya di Twitter Denny Indrayana," tuturnya. 

Ia juga mengaku tak tahu bahwa selama ini yang ia lakukan di kantornya ternyata perbuatan salah. Padahal, ia mengikuti sistem yang sudah ada sejak di dulu, yang ia sebut sebagai zaman "jahiliah". "Kalau menurut saya, sistem apa pun baik, tergantung siapa yang menjalankan dan bagaimana menjalankannya. Saya merasa sudah melakukan sesuai sistem yang diterapkan, tetapi ternyata dianggap salah," tuturnya. 

Terakhir, Panja Mafia Pajak meminta Gayus untuk membuat semacam tulisan yang berisi sarannya untuk perbaikan pajak ke depan. Menurut mereka, solusi yang diberikan Gayus penting untuk mengungkapkan apa yang salah dan menyimpang dari sistem perpajakan karena Gayus dirasa sudah menguasai betul hal tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau