KOMPAS.com — Baru saja Su Yi Bin, seorang pedagang, membeli rumah seluas 450 meter persegi di Vancouver. Harganya pun tak tanggung-tanggung, 4,3 juta dollar AS. Andai dirupiahkan, dana itu besarnya setara dengan Rp 38,7 miliar.
Su Yu Bin sejatinya hidup di antara Vancouver dan Shanghai. Namun, dia ingin keluarganya nyaman berada di Kanada. ”Bagi anak saya, tumbuh dan bersekolah di sini (Vancouver) akan memberikan kesempatan baginya untuk berintegrasi sepenuhnya dengan dunia, menjadi bagian dari kehidupan internasional,” katanya.
”Hal itu sulit didapatkan di China,” lanjut Su lagi.
Su Yu Bin adalah satu dari warga China di Kanada yang gaya hidupnya banyak berubah. China, kini, bukan lagi mencerminkan negara terbelakang dan rakyat miskin. Orang China semakin makmur, bukan hanya di negerinya, tetapi juga di negeri orang.
Lantaran itulah, sebagaimana warta AFP pada Rabu (20/7/2011), harga properti di Kanada semakin mahal. Pasalnya, semakin banyak orang China membeli properti di kota Vancouver. Harga properti di kota itu naik 54 persen dalam tiga tahun terakhir ini.
Mari kita bandingkan! Tahun lalu saja, harga properti naik 13 persen. Agen real estat Vancouver, Clarence Debelle, melihat banyak sekali orang China yang berbisnis di Kanada. Hanya dalam lima bulan terakhir ini, klien China-nya naik dari 2 orang menjadi 40 orang. ”Di Vancouver barat tidak terlalu banyak rumah tersedia. Pembeli China tampaknya banyak memerlukan rumah di sini. Saya rasa harga rumah akan terus naik,” ujarnya.
Melihat potensi pasar seperti ini, Cam Good membangun dua apartemen yang serupa dengan bangunan mereka di Hongkong dan Beijing. Di China, di beberapa kota besar, seperti Beijing, warga dilarang memiliki properti lebih dari dua. Apartemen berukuran 70 meter persegi seharga setengah juta dollar Kanada atau Rp 4,4 miliar tampaknya mahal, bahkan dengan iming-iming pemandangan laut. ”Kami telah berkonsultasi dengan ahli fengshui agar properti ini cocok untuk orang China,” kata Debelle.
Nah, hasilnya, setengah dari 40 pembeli pertama unit apartemen itu adalah orang China.