Properti

Di Kanada, Orang China "Biang Perkara"

Kompas.com - 20/07/2011, 18:22 WIB

KOMPAS.com — Baru saja Su Yi Bin, seorang pedagang, membeli rumah seluas 450 meter persegi di Vancouver. Harganya pun tak tanggung-tanggung, 4,3 juta dollar AS. Andai dirupiahkan, dana itu besarnya setara dengan Rp 38,7 miliar.

Su Yu Bin sejatinya hidup di antara Vancouver dan Shanghai. Namun, dia ingin keluarganya nyaman berada di Kanada. ”Bagi anak saya, tumbuh dan bersekolah di sini (Vancouver) akan memberikan kesempatan baginya untuk berintegrasi sepenuhnya dengan dunia, menjadi bagian dari kehidupan internasional,” katanya.

”Hal itu sulit didapatkan di China,” lanjut Su lagi.

Su Yu Bin adalah satu dari warga China di Kanada yang gaya hidupnya banyak berubah. China, kini, bukan lagi mencerminkan negara terbelakang dan rakyat miskin. Orang China semakin makmur, bukan hanya di negerinya, tetapi juga di negeri orang.

Lantaran itulah, sebagaimana warta AFP pada Rabu (20/7/2011), harga properti di Kanada semakin mahal. Pasalnya, semakin banyak orang China membeli properti di kota Vancouver. Harga properti di kota itu naik 54 persen dalam tiga tahun terakhir ini.

Mari kita bandingkan! Tahun lalu saja, harga properti naik 13 persen. Agen real estat Vancouver, Clarence Debelle, melihat banyak sekali orang China yang berbisnis di Kanada. Hanya dalam lima bulan terakhir ini, klien China-nya naik dari 2 orang menjadi 40 orang. ”Di Vancouver barat tidak terlalu banyak rumah tersedia. Pembeli China tampaknya banyak memerlukan rumah di sini. Saya rasa harga rumah akan terus naik,” ujarnya.

Melihat potensi pasar seperti ini, Cam Good membangun dua apartemen yang serupa dengan bangunan mereka di Hongkong dan Beijing. Di China, di beberapa kota besar, seperti Beijing, warga dilarang memiliki properti lebih dari dua. Apartemen berukuran 70 meter persegi seharga setengah juta dollar Kanada atau Rp 4,4 miliar tampaknya mahal, bahkan dengan iming-iming pemandangan laut. ”Kami telah berkonsultasi dengan ahli fengshui agar properti ini cocok untuk orang China,” kata Debelle.

Nah, hasilnya, setengah dari 40 pembeli pertama unit apartemen itu adalah orang China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau