Jelang sea games xxvi

Presiden Inspeksi "Venues" SEA Games

Kompas.com - 20/07/2011, 23:19 WIB

PALEMBANG, Kompas.com — Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengunjungi arena pertandingan (venues) SEA Games XXVI di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, 28-29 Juli 2011, kata Ketua KONI Sumsel, Muddai Madang.     

"Presiden akan melihat langsung kemajuan pembangunan venues di Jakabaring setelah dikerjakan kurang lebih satu tahun," kata Muddai, di Palembang, Rabu (20/7/2011).     

Dia menambahkan, kunjungan nanti merupakan pertama kali bagi Presiden, mengingat selama ini yang secara kontinu melakukan pemantauan hanya kalangan menteri dan wakil rakyat.

"Sebenarnya sudah lama Presiden ingin melihat langsung kawasan Jakabaring, tetapi karena kesibukan sehingga tertunda terus. Namun, menjelang tiga bulan lagi pelaksanaan SEA Games, Presiden menyatakan harus melakukan peninjauan," ujar dia pula.     

Menurut dia, selain mengunjungi venues SEA Games, Presiden juga akan menyaksikan pertandingan Kejuaraan Voli Antarklub Asia Putra di Gedung Olahraga Sriwijaya Kampus Palembang. "Kami belum dapat memastikan pada pertandingan apa Presiden akan menonton langsung, bisa jadi saat Indonesia bertanding. Tapi, yang jelas Presiden akan menonton secara langsung. Apalagi, bola voli merupakan olahraga kegemaran beliau," ujar dia.     

Muddai menambahkan, kedatangan Presiden untuk menyaksikan pertandingan bola voli itu juga dijadikan kesempatan untuk meninjau Gedung Olahraga Sriwijaya yang baru selesai direnovasi. "Gedung Olahraga Sriwijaya yang dipakai pada kejuaraan voli Asia ini akan digunakan pada SEA Games nanti. Jadi, Presiden juga ingin memantau secara langsung hasil renovasinya," kata dia.     

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta para kontraktor pembangunan venues SEA Games untuk mulai membersihkan, merapikan, dan menata kawasan di sekitar proyek yang dikerjakan mereka. "Saya minta beberapa venues yang telah dalam tahapan penyelesaian akhir, seperti wisma atlet, stadion tenis, dan beberapa venues lain untuk segera berbenah karena akan ada kunjungan Presiden," ujar dia.     

Selain itu, Alex juga meminta pihak kontraktor lebih menghijaukan kawasan Jakabaring, Palembang. "Saya ingatkan kepada teman-teman, masih ada waktu delapan hari lagi untuk lebih menghijaukan kembali kawasan di sekitar proyek itu. Kalau sudah hijau, artinya tidak ada lagi tanah merah yang terbuka. Tentunya itu sangat bagus terlihat," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau