Priyo Bantah RUU BPJS Ditunggangi Asing

Kompas.com - 21/07/2011, 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso membantah tuduhan bahwa RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS) yang diusulkan DPR berpihak pada kepentingan asing.

Menurut Priyo, tuduhan hanya karena DPR mendukung transformasi empat BUMN, yaitu PT Jamsostek, PT Askes, PT Asabri, dan PT Taspen, menjadi dua bentuk BPJS, jangka panjang dan jangka pendek, terlalu berlebihan.

Priyo yakin bahwa persoalan transformasi dan kesepakatan soal waktu akan dapat dituntaskan dalam masa sidang mendatang sehingga BPJS dapat menjalankan misi sosialnya.

"Saya mohon kepada teman-teman BUMN, DPR sama sekali tak berniat merontokkan empat BUMN yang selama ini berjasa. Jadi jangan sampai bereaksi dan menuduh bahwa ini ditunggangi asing. Ini terlalu jauh. Kami malah pengen cover seluruh penduduk ini," ungkapnya di Gedung DPR, Kamis (21/7/2011).

Dugaan adanya intervensi asing dalam pembahasan RUU ini mencuat menyusul aksi-aksi masyarakat dan protes sejumlah serikat pekerja BUMN yang menyatakan penolakan pengesahan RUU BPJS. Mereka menyatakan kekhawatiran bahwa pengelolaan dana rakyat bertriliun-triliun hanya akan menjadi keuntungan untuk lembaga-lembaga asing, seperti Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia.

Priyo mengatakan, tenggat transformasi akan terus didiskusikan antara pemerintah dan DPR melalui mekanisme yang ada dan berharap kata sepakat segera terbentuk. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan komitmennya kepada pimpinan DPR untuk segera merampungkan RUU ini.

Sementara itu, dalam paripurna hari ini, Dewan menyepakati perpanjangan waktu pembahasan RUU BPJS selama satu masa sidang lagi ke depannya. DPR menyepakatinya setelah pembahasan RUU yang harusnya rampung pekan ini terganjal perdebatan terkait transformasi empat BUMN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau