Sayur Dari Tomohon Laris di PLKA

Kompas.com - 21/07/2011, 18:58 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Komoditas pertanian, sayur mayur dari Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi salah satu daerah rawan bencana letusan gunung Lokon, laris diminta pembeli pada pasar lelang komoditi agro (PLKA) Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung di Hotel Sahid Kawanua, Kamis (21/7/2011).

"Berbagai jenis sayur produksi petani Tomohon mampu terjual sebanyak 7.500 ikat dengan harga Rp 9,37 juta pada PLKA kali ini, dan sesuatu yang membanggakan ditengah ancaman letusan gunung Soputan terhadap areal pertanian di kawasan tersebut," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Janny Rembet, di Manado, Kamis (21/7/2011).

Janny mengatakan, sayuran yang laku dibeli pembeli pada pasar lelang tersebut merupakan jenis sayur yang selama ini banyak diproduksi petani di kota tersebut.

"Beberapa jenis sayur yang menjadi andalan petani di Kota Tomohon seperti kol, bunga kol, petsai, akar kuning, daun bawang, buncis dan lainnya," kata Janny.

Kehadiran sayur mayur Kota Tomohon di ajang PLKA, kata Janny, terus membaik dari waktu ke waktu ditandai transaksi cenderung tumbuh cukup signifikan.

"Ke depan, akan terus mendorong sayur menjadi salah satu komoditas andalan pada setiap pelaksanaan PLKA, karena dengan demikian akan menawarkan alternatif pemasaran yang lebih luas," kata Janny.

Produksi sayur Kota Tomohon, kata Janny, tetap lancar dengan tingkat produksi tinggi karena ketika terjadi letusan gunung Lokon, semburan debu vulkanik mengarah ke arah barat sehingga sebagian besar lahan pertanian sayuran aman dari kerusakan.

Di Sulut terdapat dua wilayah yang menjadi sentra tanaman sayur, yakni Kota Tomohon dan Modoinding, kedua kawasan pertanian tersebut mampu memasok kebutuhan masyarakat Kota Manado hingga beberapa daerah di Kalimantan dan Indonesia bagian Timur.

Sejumlah petani di Kota Tomohon, mengatakan, awalnya mengkhawatirkan semburan debu vulkanik letusan gunung Lokon, tetapi beruntung tiupan angin mengarah ke barat membantu semburan debu tidak menerjang sebagian besar areal pertanian sayur milik petani Tomohon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau