PADANG, KOMPAS.com - Seekor harimau dahan (Neofelis nebulosa), Kamis (21/7/2011), ditemukan dalam kondisi terluka parah. Petugas seksi konservasi wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan satwa malang itu dalam kawasan hutan di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.
Saat dibawa ke Kota Padang pada hari yang sama, satwa dilindungi berjenis kelamin jantan itu dalam keadaan tak berdaya. Sejumlah bagian tubuhnya dipenuhi luka menganga. Satwa itu juga tidak merespon daging ayam mentah yang diberikan.
Staf Konservasi dan Keanekaragaman Hayati seksi konservasi wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Erlinda Cahya Kartika mengatakan, luka-luka menganga itu kemungkinan disebabkan perkelahian dengan harimau lain. "Mungkin luka taring harimau lain," katanya.
Satwa dilindungi yang masuk apendiks I Konvensi Internasional untuk Perdagangan Spesies Langka (CITES) kategori hewan terancam itu menurut Erlinda berusia di atas enam tahun. Harimau luka itu kemudian diberi perawatan pada luka-lukanya dan selanjutnya diangkut menuju Taman Satwa Kandih di Kota Sawahlunto, Sumbar.
"Jika kondisinya masih lemah, mungkin akan kita infus," kata Erlinda.
Wakil Kepala Satuan Tugas Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Zulmi Gusrul mengatakan penemuan harimau dahan terluka itu berawal dari laporan warga. "Warga merasa khawatir karena ada dua harimau yang saling berkelahi," katanya.
Petugas yang kemudian menyisir lokasi hutan dengan jarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga kemudian menemukan harimau yang terluka parah itu. "Saat kita ambil yang terluka, seekor harimau lain yang lebih besar dan kemungkinan jadi lawan harimau yang terluka terlihat pergi," ujar Zulmi.
Ia menambahkan, berdasarkan luka-luka yang diderita harimau itu, besar kemungkinan sudah diderita selama berhari-hari. Zulmi menambahkan, pertarungan antar harimau kemungkinan terjadi karena memperebutkan wilayah kekuasaan atau habitat.
Sebelumnya pada 9 Juli lalu seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dikandangkan warga di Hutan pandawa, Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. Harimau itu kini berada dalam perawatan di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan, Kota Bukittinggi sembari menunggu pemulihan kondisi sebelum dilepasliarkan kembali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang