Satwa langka

Harimau Dahan Ditemukan Terluka

Kompas.com - 22/07/2011, 03:03 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Seekor harimau dahan (Neofelis nebulosa), Kamis (21/7/2011), ditemukan dalam kondisi terluka parah. Petugas seksi konservasi wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan satwa malang itu dalam kawasan hutan di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Saat dibawa ke Kota Padang pada hari yang sama, satwa dilindungi berjenis kelamin jantan itu dalam keadaan tak berdaya. Sejumlah bagian tubuhnya dipenuhi luka menganga. Satwa itu juga tidak merespon daging ayam mentah yang diberikan.

Staf Konservasi dan Keanekaragaman Hayati seksi konservasi wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Erlinda Cahya Kartika mengatakan, luka-luka menganga itu kemungkinan disebabkan perkelahian dengan harimau lain. "Mungkin luka taring harimau lain," katanya.

Satwa dilindungi yang masuk apendiks I Konvensi Internasional untuk Perdagangan Spesies Langka (CITES) kategori hewan terancam itu menurut Erlinda berusia di atas enam tahun. Harimau luka itu kemudian diberi perawatan pada luka-lukanya dan selanjutnya diangkut menuju Taman Satwa Kandih di Kota Sawahlunto, Sumbar.

"Jika kondisinya masih lemah, mungkin akan kita infus," kata Erlinda.

Wakil Kepala Satuan Tugas Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Zulmi Gusrul mengatakan penemuan harimau dahan terluka itu berawal dari laporan warga. "Warga merasa khawatir karena ada dua harimau yang saling berkelahi," katanya.

Petugas yang kemudian menyisir lokasi hutan dengan jarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga kemudian menemukan harimau yang terluka parah itu. "Saat kita ambil yang terluka, seekor harimau lain yang lebih besar dan kemungkinan jadi lawan harimau yang terluka terlihat pergi," ujar Zulmi.

Ia menambahkan, berdasarkan luka-luka yang diderita harimau itu, besar kemungkinan sudah diderita selama berhari-hari. Zulmi menambahkan, pertarungan antar harimau kemungkinan terjadi karena memperebutkan wilayah kekuasaan atau habitat.

Sebelumnya pada 9 Juli lalu seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dikandangkan warga di Hutan pandawa, Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. Harimau itu kini berada dalam perawatan di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan, Kota Bukittinggi sembari menunggu pemulihan kondisi sebelum dilepasliarkan kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau