FBR Ancam "Sweeping" jika Polisi Lamban

Kompas.com - 22/07/2011, 08:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Forum Betawi Rempug Lutfi Hakim menyatakan, pihaknya akan menghargai kerja kepolisian dalam menjaga pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Namun, apabila polisi lamban dalam menindak pelaku hiburan malam yang membandel, FBR berjanji akan melakukan aksi sweeping.

"Kami selama bulan Ramadan nanti akan menghargai aparat kepolisian, kecuali mereka bekerja lambat," ujar Lutfi, Jumat (22/7/2011). Lutfi menambahkan, Forum Betawi Rempug (FBR) akan mengutamakan lapor ke polisi apabila menemukan beberapa tempat hiburan yang nakal dan masih beroperasi selama bulan Ramadhan.

"Pasti kami akan melapor ke polisi dengan tenggat waktu tertentu. Kalau ada anggota kami yang membandel sweeping, itu tandanya polisi lambat. Hukum tidak lagi bisa ditegakkan oleh polisi, maka masyarakatlah yang akan menghentikannya," ucap Lutfi.

Ia mengatakan, aksi sweeping tidak akan dilakukan bila para pengusaha mematuhi keputusan gubernur untuk menutup sementara beberapa tempat hiburan malam dan panti pijat. "Tidak akan ada sweeping kalau pengusaha itu bener-benar menaati aturan gubernur," ujarnya.

"Saya inginnya Jakarta aman. Orang yang ibadah enak, yang pengusaha juga sama-sama tenang," ujar Lutfi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau