4 Keluarga Terjangkit HIV/AIDS

Kompas.com - 22/07/2011, 10:37 WIB

DUMAI, KOMPAS.com - Virus mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) diindikasi menjangkiti empat keluarga yang merupakan warga Kota Dumai, Provinsi Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai H Marjoko Santoso, di Dumai, Jumat (22/7/2011), mengatakan, berdasarkan data dan informasi yang masuk, seluruh kepala keluarga (ayah-red) dari keluarga naas tersebut telah meninggal dunia akibat virus yang menjangkit telah memasuki stadium akhir.

Empat keluarga yang terdiri dari suami istri dan beberapa orang anak ini kata dia, rata-rata terdeteksi saat diperiksa di klinik khusus penanganan virus mematikan itu.

"Seluruhnya baru diketahui saat ayah atau kepala rumah tangga tidak lagi menderita HIV namun AIDS. Setelah mendapati kasus ini, kami kemudian melakukan pemeriksaan terhadap terhadap seluruh anggota keluarga yang terdiri dari isteri dan anak," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kata Marjoko, seluruh anggota keluarga didapati atau positif terjangkit HIV/AIDS.

"Penemuan kasus empat keluarga terjangkit HIV/AIDS ini kita dapati sejak tahun 2006 silam, dan yang terakhir yakni tahun 2010. Sampai saat ini keempat keluarga yang masih menyisahkan ibu dan anak ini terus kita pantau," ujarnya.

Pemantauan kata Marjoko dilakukan secara rutin, hal ini agar virus mematikan itu tidak menjangkit para kerabat lainnya.

"Kami juga menganjurkan keluarga penderita untuk tidak hamil. Karena anak yang dikandungnya delapan puluh persen akan terjangkit HIV/AIDS," jelasnya.

Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk terus menjaga stamina dan keseimbangan tubuh untuk memperlambat perkembangan virus HIV ke AIDS.

"Jika HIV sudah mulai menunjukkan gejala AIDS, maka umur penderita atau seseorang tersebut paling lama tiga bulan," demikian Marjoko Santoso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau