Asuransi

Puaskan Karyawan, AXA Bidik Nomor Satu

Kompas.com - 22/07/2011, 12:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — AXA Indonesia menargetkan menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia pada 2012. Untuk mencapainya, AXA akan terus mendorong pertumbuhan premi di atas rata-rata industri.

"Kami optimistis pada 2012 bisa menjadi yang terbesar. Ini berdasarkan perkembangan kinerja kami dalam tiga tahun terakhir dibandingkan industri," kata Country CEO AXA Indonesia, Randy Lianggara, Jumat (22/7/2011), di Jakarta.

Randy menjelaskan, empat tahun lalu, AXA masih peringkat kelima. Namun, pada 2010, AXA sudah menjadi asuransi jiwa kedua terbesar dengan perolehan premi Rp 4,13 triliun. Sementara asuransi terbesar masih dipegang Prudential Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, AXA Indonesia juga mencatat pertumbuhan tercepat dibandingkan AXA regional lainnya. Randy mencontohkan, pada 2007, perolehan premi AXA Indonesia hanya seperempat AXA Hongkong, yang merupakan AXA terbesar di kawasan Asia. Namun, pada 2010, premi AXA Indonesia sudah 90 persen dari AXA Hongkong.

Menurut Randy, AXA Indonesia memang mencatat pertumbuhan tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selama 2008-2010, premi AXA tumbuh hampir 50 persen dari Rp 2,8 triliun menjadi Rp 4,13 triliun.

Untuk menciptakan pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan itu, strategi yang dikembangkan AXA tidak melulu soal bagaimana mengembangkan produk dan pemasaran yang andal. Justru, kata Randy, strategi yang paling utama yang dilakukan AXA adalah bagaimana perusahaan memerhatikan karyawannya.

"Ini memang tidak biasa, tetapi itulah kenyataannya. Kunci pertumbuhan AXA ternyata adalah kepuasan karyawan," kata Randy.

Randy mengatakan, AXA mengalokasikan anggaran yang relatif besar untuk kepentingan karyawan di luar gaji dan bonus rutin. "Tidak hanya karyawan, keluarga karyawan pun kami perhatikan. AXA kerap memberikan hadiah ulang tahun untuk suami, istri, atau anak karyawan," katanya.

Kepuasan karyawan juga tercipta oleh hubungan yang cair dengan pimpinan. Pimpinan AXA selalu terbuka memberikan informasi kepada karyawan sehingga pimpinan dan karyawan berada dalam visi dan misi yang sama.

Kepuasan karyawan, menurut Randy, ternyata menimbulkan multiplier effect terhadap seluruh lini bisnis asuransi. Karena puas, karyawan bisa bekerja dengan kemampuan terbaiknya sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik pula kepada para agen dan distributor. Distributor yang puas selanjutnya juga memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Dengan strateginya ini, AXA meraih penghargaan Best Employer in Indonesia 2011 dari Aon Hewitt Consulting Asia Pacific dan Employers of Choice 2010 dari majalah SWA.

Di tempat terpisah, Presiden Direktur MNC Life, Patricia Rolla Bawata, mengatakan, salah satu strategi yang akan dikembangkan MNC Life untuk mendongkrak pendapatan premi adalah membangun asuransi mikro.

"Jadi, kami akan menyediakan asuransi untuk masyarakat kelas bawah dengan premi yang murah dan terjangkau," kata Rolla.

Menurut Rolla, masyarakat kecil perlu didorong berasuransi agar mereka bisa merencanakan masa depan yang lebih baik. Selama ini, perusahaan asuransi cenderung membidik masyarakat kelas menengah ke atas, tetapi melupakan masyarakat bawah yang justru menjadi pilar bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau