Kisruh pilot

2015, Garuda Targetkan 150 Pesawat

Kompas.com - 22/07/2011, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat penawaran umum saham perdana Garuda Indonesia, manajemen Garuda Indonesia menargetkan penambahan hingga 150 unit pesawat. Tidak hanya dari jenis Boeing, Garuda juga akan berpaling ke Airbus sebagai produsen pesawat andalannya sejak dulu.

Berdasarkan situs resmi Garuda, saat ini Garuda mengoperasikan 92 unit pesawat, yakni 44 unit Boeing 737-800 NG, 5 unit Boeing 737-500, 17 unit Boeing 737-400, 11 unit Boeing 737-300, 3 unit Boeing 747-400, 6 unit Airbus 330-200, dan 6 unit Airbus 330-200.

"Persoalannya, dari program Quantum Leap yang dicanangkan manajemen Garuda, apakah sudah dipikirkan dengan matang-matang kesiapan sumber daya manusianya?" kata Isays Sampesule, pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG), Jumat (22/7/2011), usai jumpa pers soal pemogokan pilot Garuda di Hotel Nikko, Jakarta.

Presiden APG Capt Stephanus mengatakan, sebenarnya dibutuhkan tambahan 150-200 pilot Garuda per tahun. Namun, persoalannya setiap tahun sekolah pilot di Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 300-400 penerbang.

Tahun 2011 ini, misalnya, Lion Air masih akan mendatangkan 16 unit Boeing 737-900 ER. Sementara itu, enam unit MA-60 juga akan didatangkan Merpati Nusantara Airlines di tahun ini.

Untuk jangka panjang, Garuda mendatangkan secara bertahap 25 unit Airbus A320 mulai tahun 2014 hingga tahun 2018, masing-masing lima unit pesawat per tahun. Sementara Indonesia AirAsia, kata Manajer Komunikasi IAA Audrey Progastama, akan mendatangkan 30 unit Airbus A320 sampai 2015 mendatang.

Dengan demikian, sebenarnya tak hanya Garuda yang mengalami krisis pilot sehingga menimbulkan konflik di dalam maskapai, tetapi maskapai-maskapai lain juga terancam krisis serupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau