Telkomsel Tambah BTS Ramah Lingkungan dan Kota Broadband

Kompas.com - 22/07/2011, 13:50 WIB

SHENZHEN, KOMPAS.com - Telkomsel menargetkan penambahan jumlah penerima dan pengirim sinyal telekomunikasi (BTS) ramah lingkungan dan kota berakses internet kecepatan tinggi (broadband) pada 2011.

Demikian diutarakan oleh General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra dan General Manager Strategic Technology Planning Telkomsel Pratignyo A Budiman saat kunjungan ke kantor pusat perusahaan telekomunikasi Huawei di Shenzhen, China, Jumat (22/7/2011) siang.

Pratignyo memaparkan, Telkomsel telah membangun 38.000 BTS sampai akhir 2010. Sebanyak 250 BTS di antaranya bisa dikategorikan ramah lingkungan sebab memakai energi dari panel surya dan mikrohidro.

"Jumlah akan kami tambah menjadi tiga ratus BTS dengan target selesai tahun ini," kata Pratignyo.

Adapun soal kota broadband, menurut Ricardo, Telkomsel berencana menambah jumlahnya dari 25 kota pada 2010 menjadi 40 kota pada akhir 2011.

Adapun sejumlah ibu kota yang dikategorikan broadband sebab sudah mengaplikasikan teknologi 3G ialah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Bandar Lampung (Sumatera), Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Banjarmasin, Palangkaraya, Manado, dan Makassar.

"Kami akan tambah lima belas kota lagi dan kota yang dipilih berdasarkan tingginya penggunaan internet," kata Ricardo. (Ambrosius Harto, wartawan KOMPAS melaporkan  dari Shenzhen) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau