Badan PBB Ancam Hentikan Operasi di Gaza

Kompas.com - 22/07/2011, 14:49 WIB

GAZA, KOMPAS.com - Sebuah badan PBB yang memberi bantuan kepada para pengungsi Palestina mengancam akan menghentikan kegiatan di Jalur Gaza jika para demonstran tidak berhenti ikut campur dengan pekerjaan lembaga itu, kata media lokal.

Puluhan penduduk lokal di Gaza telah memblokir pintu masuk ke markas Badan Pekerja dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sebagai protes terhadap keputusan lembaga itu yang memotong beberapa program bantuannya. "Jika mereka terus memblokir pintu gerbang di markas, kami akan mulai berpikir untuk menghentikan kegiatan kami dalam sepekan," kata juru bicara UNRWA, Chris Gunness, kepada wartawan setempat, Kamis malam.

Gunness menyebutkan protes-protes itu tidak bertanggung jawab dan tidak masuk akal karena badan PBB terus menawarkan kepada pengungsi Palestina beberapa layanan bantuan dasar, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan, meskipun mengalami defisit anggaran sebesar 35 juta dollar AS. UNRWA didanai hampir seluruhnya oleh sumbangan sukarela dari negara-negara anggota PBB.

Gerakan radikal Hamas, yang menguasai Gaza, Kamis, mengabaikan ancaman UNRWA untuk menghentikan operasi dan meminta warga Palestina melanjutkan aksi duduk mereka di kantor pusat UNRWA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau